Tiongkok Buka Suara Soal Serangan AS ke Iran, Desak Penghentian Perang dan Peringatkan Risiko Eskalasi Konflik Timur Tengah

SulawesiPos.com – Pemerintah Tiongkok mendesak penghentian segera operasi militer di Timur Tengah setelah konflik yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus memanas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan Beijing sangat khawatir terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan dan memperingatkan potensi eskalasi yang dapat memperluas konflik.

“Kami sangat prihatin dengan ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah. Hal yang paling mendesak saat ini adalah segera menghentikan aksi militer, mencegah konflik meluas, dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Mao kepada wartawan di Beijing.

Kekhawatiran mengenai perluasan konflik meningkat setelah serangan drone menghantam wilayah eksklave Nakhchivan milik Azerbaijan pada Kamis.

Otoritas Azerbaijan melaporkan serangan tersebut melukai empat orang dan merusak sejumlah infrastruktur penting.

Salah satu drone menghantam terminal di Nakhchivan International Airport, sementara drone lainnya jatuh di dekat sebuah sekolah di desa Shakarabad.

Insiden ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi meluas ke kawasan lain.

Baca Juga: 
Lonjakan 66 Persen Ekspor Iran ke Afrika: Manuver Ekonomi Kontra-Hegemoni Menuju Blok Perdagangan Baru Global South

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah operasi militer besar-besaran yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran memasuki hari ketujuh.

Menurut otoritas Iran, hampir 1.000 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Korban disebut termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah pejabat tinggi militer, serta puluhan pelajar perempuan.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Dalam kesempatan yang sama, Mao menegaskan bahwa Tiongkok menentang serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, tindakan tersebut melanggar hukum internasional.

Beijing juga menegaskan dukungan terhadap Iran dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya.

“Tiongkok menentang serangan militer terhadap Iran oleh AS dan Israel yang melanggar hukum internasional,” ujar Mao.

Ia menambahkan bahwa negaranya mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, serta kepentingan nasionalnya yang sah.

Baca Juga: 
Imbas Konflik AS-Iran, Hampir 60 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi

Selain risiko eskalasi konflik, Tiongkok juga menyoroti potensi dampak perang terhadap jalur perdagangan energi dunia.

Beijing menilai stabilitas di Selat Hormuz sangat penting bagi perdagangan minyak dan energi global.

Selat tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia bagi distribusi energi.

“Menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan ini adalah kepentingan bersama komunitas internasional,” kata Mao.

Ia kembali menyerukan agar semua pihak menghentikan operasi militer dan bekerja sama untuk mencegah konflik yang lebih luas.

“Komunitas internasional harus bekerja bersama untuk mendorong perdamaian, menghentikan perang, dan menjaga stabilitas di Timur Tengah,” tegasnya.

SulawesiPos.com – Pemerintah Tiongkok mendesak penghentian segera operasi militer di Timur Tengah setelah konflik yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus memanas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan Beijing sangat khawatir terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan dan memperingatkan potensi eskalasi yang dapat memperluas konflik.

“Kami sangat prihatin dengan ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah. Hal yang paling mendesak saat ini adalah segera menghentikan aksi militer, mencegah konflik meluas, dan menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Mao kepada wartawan di Beijing.

Kekhawatiran mengenai perluasan konflik meningkat setelah serangan drone menghantam wilayah eksklave Nakhchivan milik Azerbaijan pada Kamis.

Otoritas Azerbaijan melaporkan serangan tersebut melukai empat orang dan merusak sejumlah infrastruktur penting.

Salah satu drone menghantam terminal di Nakhchivan International Airport, sementara drone lainnya jatuh di dekat sebuah sekolah di desa Shakarabad.

Insiden ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi meluas ke kawasan lain.

Baca Juga: 
Pemerintah Akan Evakuasi Bertahap WNI dari Iran, 32 Orang Dipindahkan via Azerbaijan

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah operasi militer besar-besaran yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran memasuki hari ketujuh.

Menurut otoritas Iran, hampir 1.000 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Korban disebut termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah pejabat tinggi militer, serta puluhan pelajar perempuan.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Dalam kesempatan yang sama, Mao menegaskan bahwa Tiongkok menentang serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, tindakan tersebut melanggar hukum internasional.

Beijing juga menegaskan dukungan terhadap Iran dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya.

“Tiongkok menentang serangan militer terhadap Iran oleh AS dan Israel yang melanggar hukum internasional,” ujar Mao.

Ia menambahkan bahwa negaranya mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, integritas teritorial, serta kepentingan nasionalnya yang sah.

Baca Juga: 
Spanyol Tolak Bantu AS dalam Perang, Presiden Iran: Etika dan Hati Nurani Masih Hidup di Barat

Selain risiko eskalasi konflik, Tiongkok juga menyoroti potensi dampak perang terhadap jalur perdagangan energi dunia.

Beijing menilai stabilitas di Selat Hormuz sangat penting bagi perdagangan minyak dan energi global.

Selat tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia bagi distribusi energi.

“Menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan ini adalah kepentingan bersama komunitas internasional,” kata Mao.

Ia kembali menyerukan agar semua pihak menghentikan operasi militer dan bekerja sama untuk mencegah konflik yang lebih luas.

“Komunitas internasional harus bekerja bersama untuk mendorong perdamaian, menghentikan perang, dan menjaga stabilitas di Timur Tengah,” tegasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru