30 C
Makassar
6 March 2026, 15:31 PM WITA

UPT BPOM Bone Diresmikan, Siap Berikan Perlindungan Bagi Kaum Hawa Dari Skin Care Berbahaya

SulawesiPos.com – Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini hadir di Kabupaten Bone.

Gedung UPT BPOM Bone diresmikan langsung oleh Kepala BPOM Pusat, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D pada Jumat (6/3/2026).

Peresmian disaksikan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman. Adapun MenPAN RB dan Kepala BPOM Makassar hadir secara daring.

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D mengatakan, hari ini ada tujuh UPT BPOM yang diresmikan dan dipusatkan di Kabupaten Bone.

“Kenapa dipusatkan di Bone, ada beberapa alasan, salah satunya, kesiapannya, bangunannya, fasilitasnya, dan dukungan Pemda,” kata Taruna Ikrar.

UPT BPOM Bone, lanjutnya, membawahi empat kabupaten yakni Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai (BOSOWASI).

“Di Sulawesi Selatan sudah ada tiga balai POM, yakni Balai Besar POM Makassar dan Palopo serta UPT BPOM Bone,” tukasnya.

Taruna Ikrar juga menegaskan, fokus pengawasan salah satunya memberikan perlindungan bagi ibu-ibu dari bahaya skin care yang tidak berizin.

“Sekarang banyak skin care yang beredar, yang bisa saja mengandung bahan berbahaya. Untuk itu kami hadir memberikan perlindungan bagi masyarakat,” katanya.

Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kepada BPOM atas kepercayaannya menempatkan UPT di Bone.

“Kami siap support dan kawal bersama. Dengan adanya UPT BPOM, mempercepat proses legalitas produk makanan dan minuman lokal yang dihasilkan oleh pelaku UMKM,” ucapnya.

Ia juga berharap agar BPOM memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk UPT di Bone.

“Bone juga siap menyiapkan sarana pendukung. Termasuk labnya juga. Kita juga berharap perekrutan tenaga kerja untuk diprioritaskan tenaga kerja lokal,” pungkas bupati.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, H Andi Sudirman Sulaiman juga mengapresiasi adanya UPT Kantor BPOM di Bone.

“Insya Allah dengan adanya kantor BPOM di Bone, memudahkan pengawasan obat dan makanan di BOSOWASI (Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai). Apalagi saat ini, sudah banyak produk beredar. Kalau tidak dilakukan perlindungan ke masyarakat akan menjadi masalah ke depan,” jelasnya.

Dengan hadirnya BPOM Bone, lanjutnya, jangkauan dan pengawasan obat dan makanan di BOSOWASI akan semakin luas, sehingga memudahkan perlindungan konsumen (masyarakat) terhadap bahan makanan maupun obat yang berbahaya.

“BPOM juga menjadi satu satunya lembaga pengawasan MBG (Makan Bergizi Gratis),” tutup Prof. dr. Ikrar Taruna. (kar)

SulawesiPos.com – Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini hadir di Kabupaten Bone.

Gedung UPT BPOM Bone diresmikan langsung oleh Kepala BPOM Pusat, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D pada Jumat (6/3/2026).

Peresmian disaksikan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman. Adapun MenPAN RB dan Kepala BPOM Makassar hadir secara daring.

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D mengatakan, hari ini ada tujuh UPT BPOM yang diresmikan dan dipusatkan di Kabupaten Bone.

“Kenapa dipusatkan di Bone, ada beberapa alasan, salah satunya, kesiapannya, bangunannya, fasilitasnya, dan dukungan Pemda,” kata Taruna Ikrar.

UPT BPOM Bone, lanjutnya, membawahi empat kabupaten yakni Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai (BOSOWASI).

“Di Sulawesi Selatan sudah ada tiga balai POM, yakni Balai Besar POM Makassar dan Palopo serta UPT BPOM Bone,” tukasnya.

Taruna Ikrar juga menegaskan, fokus pengawasan salah satunya memberikan perlindungan bagi ibu-ibu dari bahaya skin care yang tidak berizin.

“Sekarang banyak skin care yang beredar, yang bisa saja mengandung bahan berbahaya. Untuk itu kami hadir memberikan perlindungan bagi masyarakat,” katanya.

Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kepada BPOM atas kepercayaannya menempatkan UPT di Bone.

“Kami siap support dan kawal bersama. Dengan adanya UPT BPOM, mempercepat proses legalitas produk makanan dan minuman lokal yang dihasilkan oleh pelaku UMKM,” ucapnya.

Ia juga berharap agar BPOM memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk UPT di Bone.

“Bone juga siap menyiapkan sarana pendukung. Termasuk labnya juga. Kita juga berharap perekrutan tenaga kerja untuk diprioritaskan tenaga kerja lokal,” pungkas bupati.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, H Andi Sudirman Sulaiman juga mengapresiasi adanya UPT Kantor BPOM di Bone.

“Insya Allah dengan adanya kantor BPOM di Bone, memudahkan pengawasan obat dan makanan di BOSOWASI (Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai). Apalagi saat ini, sudah banyak produk beredar. Kalau tidak dilakukan perlindungan ke masyarakat akan menjadi masalah ke depan,” jelasnya.

Dengan hadirnya BPOM Bone, lanjutnya, jangkauan dan pengawasan obat dan makanan di BOSOWASI akan semakin luas, sehingga memudahkan perlindungan konsumen (masyarakat) terhadap bahan makanan maupun obat yang berbahaya.

“BPOM juga menjadi satu satunya lembaga pengawasan MBG (Makan Bergizi Gratis),” tutup Prof. dr. Ikrar Taruna. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/