Seorang Balita Ditemukan Sendirian di Jalan Tanetea, Warga Mengaku Dimarahi Orang Tua Saat Mengantar ke Polsek

SulawesiPos.com – Seorang warga membagikan pengalaman tak terduga di sosial media saat menemukan seorang anak kecil berjalan sendirian di Jalan Tanetea, Gowa, Senin sore (2/3/2026).

Menurut penuturannya, ia melihat anak tersebut membawa tas dan tampak kebingungan di tepi jalan raya.

Karena khawatir dengan keselamatan si anak yang masih berusia balita, ia memutuskan untuk menghentikan kendaraan dan menghampiri.

“Untuk anak seusia itu sangat bahaya berada di jalan raya sendirian,” ujar pemilik akun instagram @kavellasyairena yang menemukan anak tersebut.

Tak lama, beberapa warga mulai berkerumun.

Namun dari sekian banyak orang yang datang, tidak ada satu pun yang mengenali anak tersebut.

Tas yang dibawa si anak kemudian diperiksa dan ditemukan berisi popok serta beberapa pasang pakaian.

Salah satu warga kemudian menghubungi kepala dusun setempat.

Kepala dusun yang datang ke lokasi langsung membawa anak tersebut ke kantor polisi sektor (Polsek) terdekat.

Sempat Dibawa Pulang, Diminta Kembali ke Polsek

Sesampainya di Polsek, petugas kepolisian mengarahkan agar untuk sementara anak tersebut dibawa ke rumah warga yang menemukannya, sambil meninggalkan nomor telepon dan alamat untuk keperluan pendataan.

BACA JUGA: 
Nikmati Pesona Raja Ampat Ala Puncak Bollangi di Gowa

Warga tersebut pun membawa anak itu ke rumahnya.

Namun tak lama kemudian, ia menerima telepon dari pihak kepolisian yang menginformasikan bahwa keluarga anak tersebut sudah datang ke Polsek dan meminta agar anak segera dibawa kembali.

Tanpa berpikir panjang, ia pun kembali mengantar anak itu ke Polsek.

Namun setibanya di Polsek, situasi tak terduga terjadi.

Warga tersebut mengaku mendapat respons kurang menyenangkan dari ibu sang anak.

“Saya belum turun dari motor, sudah langsung ditunjuk-tunjuk dan dimarahi. Saya kaget, karena responsnya di luar ekspektasi,” tuturnya.

Ia mengaku tidak menyangka niat baiknya untuk membantu justru dibalas dengan kemarahan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tindakannya semata-mata karena rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap keselamatan anak kecil yang berada sendirian di jalan raya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, sekaligus pentingnya komunikasi yang bijak dalam menyikapi situasi yang melibatkan keselamatan bersama.

SulawesiPos.com – Seorang warga membagikan pengalaman tak terduga di sosial media saat menemukan seorang anak kecil berjalan sendirian di Jalan Tanetea, Gowa, Senin sore (2/3/2026).

Menurut penuturannya, ia melihat anak tersebut membawa tas dan tampak kebingungan di tepi jalan raya.

Karena khawatir dengan keselamatan si anak yang masih berusia balita, ia memutuskan untuk menghentikan kendaraan dan menghampiri.

“Untuk anak seusia itu sangat bahaya berada di jalan raya sendirian,” ujar pemilik akun instagram @kavellasyairena yang menemukan anak tersebut.

Tak lama, beberapa warga mulai berkerumun.

Namun dari sekian banyak orang yang datang, tidak ada satu pun yang mengenali anak tersebut.

Tas yang dibawa si anak kemudian diperiksa dan ditemukan berisi popok serta beberapa pasang pakaian.

Salah satu warga kemudian menghubungi kepala dusun setempat.

Kepala dusun yang datang ke lokasi langsung membawa anak tersebut ke kantor polisi sektor (Polsek) terdekat.

Sempat Dibawa Pulang, Diminta Kembali ke Polsek

Sesampainya di Polsek, petugas kepolisian mengarahkan agar untuk sementara anak tersebut dibawa ke rumah warga yang menemukannya, sambil meninggalkan nomor telepon dan alamat untuk keperluan pendataan.

BACA JUGA: 
Balla Lompoa: Sejarah, Arsitektur, dan Wisata Budaya di Sulawesi Selatan

Warga tersebut pun membawa anak itu ke rumahnya.

Namun tak lama kemudian, ia menerima telepon dari pihak kepolisian yang menginformasikan bahwa keluarga anak tersebut sudah datang ke Polsek dan meminta agar anak segera dibawa kembali.

Tanpa berpikir panjang, ia pun kembali mengantar anak itu ke Polsek.

Namun setibanya di Polsek, situasi tak terduga terjadi.

Warga tersebut mengaku mendapat respons kurang menyenangkan dari ibu sang anak.

“Saya belum turun dari motor, sudah langsung ditunjuk-tunjuk dan dimarahi. Saya kaget, karena responsnya di luar ekspektasi,” tuturnya.

Ia mengaku tidak menyangka niat baiknya untuk membantu justru dibalas dengan kemarahan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tindakannya semata-mata karena rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap keselamatan anak kecil yang berada sendirian di jalan raya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, sekaligus pentingnya komunikasi yang bijak dalam menyikapi situasi yang melibatkan keselamatan bersama.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru