SulawesiPos.com – Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah selama Ramadan 1447 Hijriah.
Fokus pengamanan diarahkan pada pencegahan konvoi sahur di jalan raya serta aksi balap liar yang kerap muncul pada waktu-waktu rawan.
“Tidak ada itu (Sahur on The Road). Kita akan melaksanakan patroli bersama-sama. Bila ditemukan langsung ditindak,” kata Kapolres Arya di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Menurut Arya, kegiatan berbagi sahur sejatinya memiliki nilai sosial dan ibadah.
Namun, jika pelaksanaannya dilakukan dengan cara berkonvoi di jalan hingga menimbulkan gangguan ketertiban umum, aparat tidak akan ragu mengambil tindakan.
Hal serupa juga berlaku terhadap balap liar yang kerap dilakukan menjelang berbuka puasa maupun selepas sahur.
Patroli Intensif dan Pengamanan Masjid
Untuk mencegah gangguan kamtibmas, kepolisian akan meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan dengan menurunkan tim khusus.
Selain pengawasan jalanan, pengamanan juga diperkuat melalui operasi khusus dengan menempatkan personel secara rutin di masjid-masjid demi menjaga ketenangan jamaah.
“Tentu kami melakukan pengamanan di masjid-masjid dan nanti ada operasi khusus. Dan kita laksanakan patroli bersama-sama bertujuan menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan,” paparnya menegaskan.
Dalam konteks pengamanan yang bertepatan dengan perayaan Imlek, Polrestabes Makassar menyiagakan sekitar 300 personel.
Aparat disebar di klenteng maupun masjid agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berlangsung aman, tertib, dan saling menghormati.
Pengerahan ratusan personel tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi kondusif sehingga perayaan Imlek dan pelaksanaan ibadah puasa di Kota Makassar berjalan lancar serta menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
Sementara itu, Kapolsek Tamalate, Muhammad Thamrin, memastikan kesiapan jajarannya dalam mengantisipasi potensi balap liar di kawasan Reklamasi Central Point of Indonesia (CPI) yang sempat marak pada Ramadan tahun lalu.
“Untuk antisipasinya, supaya itu tidak berkembang jadi balapan liar setiap malam unit KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan) di bawah kendali perwira selalu patroli ke sana, apalagi pada jam rawan, yaitu jam 10 sampai 12 malam,” katanya.
Ia menambahkan, pengamanan diperkuat melalui kerja sama dengan petugas keamanan setempat dengan membentuk pengamanan swakarsa internal.
Langkah ini dinilai efektif membantu kepolisian, mengingat keterbatasan personel sehingga tetap membutuhkan dukungan BKO dari Polrestabes Makassar.
Kawasan CPI dan Jalan Metro Tanjung Bunga dikenal memiliki aktivitas ekonomi tinggi yang berlangsung hampir 24 jam, mulai dari kuliner hingga hiburan malam.
Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk memancing aksi balap liar.
“Selama ini, artinya ada balapan liar yang terjadi tidak tertangani. Memang kadang-kadang, lari (balapan) satu race. Tapi, kalau track cukup lama tidak pernah. Mereka itu konvoi, membunyikan knalpot brong, cuma memancing. Kalau ada info balap langsung kita tindak,” katanya menekankan.

