Training Center MTQ 2026: Ikhtiar Strategis Makassar Membangun Generasi Qur’ani Berdaya Saing Provinsi

SulawesiPos.com – Tekad Kafilah MTQ Kota Makassar untuk meraih prestasi terbaik pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Sulawesi Selatan 2026 diwujudkan melalui pelaksanaan Training Center (TC) intensif di Masjid Raya Makassar pada 14-15 Februari sebagai bagian dari strategi pembinaan terukur dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintah Kota Makassar Dr. Ahmad Namsun yang didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Dr. H. Muhammad, M.Ag dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat HM. Syarif, M.Tp.

Kegiatan dilakukan dalam suasana kolaboratif yang menegaskan sinergi pemerintah daerah, LPTQ, Kemenag, serta pondok pesantren.

Ahmad Namsun dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen meningkatkan kualitas per-MTQ-an karena ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan instrumen pembinaan karakter religius, literasi Al-Qur’an, serta penguatan moral generasi muda di tengah tantangan sosial modern.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar menambahkan bahwa komunikasi dan regulasi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem baca-tulis Al-Qur’an yang kondusif dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai spiritual.

Training Center ini dirancang sebagai pembinaan komprehensif yang mencakup penguatan tajwid, makharijul huruf, teknik pernapasan, penguasaan lagu tilawah, hingga kesiapan mental dan spiritual, sehingga peserta memiliki kesiapan menyeluruh sebelum tampil pada ajang kompetisi tingkat provinsi.

Ustadz Hasan Pinang, S.Ag., M.Fil.I., selaku pelatih menegaskan bahwa TC bukan sekadar latihan teknis, melainkan proses pembentukan karakter dan ketahanan mental peserta agar mampu tampil percaya diri dan stabil di atas panggung.

“Training Center ini kami desain bukan hanya untuk mengejar juara, tetapi untuk membangun kualitas qari dan hafizh yang matang secara teknik, kuat secara mental, dan dalam secara spiritual,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Peserta harus memahami bahwa MTQ adalah panggung dakwah dan representasi akhlak Qur’ani, sehingga setiap latihan kami arahkan pada kesempurnaan bacaan sekaligus penguatan adab dan konsistensi ibadah.”

Menurutnya, persiapan yang matang secara teknis dan psikologis menjadi kunci keberhasilan karena tekanan kompetisi di tingkat provinsi menuntut stabilitas emosi dan penguasaan materi yang optimal agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal.

Melalui langkah strategis ini, Kota Makassar menegaskan komitmennya membangun generasi Qur’ani yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas kehidupan religius dan sosial di Sulawesi Selatan. (Ali)

SulawesiPos.com – Tekad Kafilah MTQ Kota Makassar untuk meraih prestasi terbaik pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Sulawesi Selatan 2026 diwujudkan melalui pelaksanaan Training Center (TC) intensif di Masjid Raya Makassar pada 14-15 Februari sebagai bagian dari strategi pembinaan terukur dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintah Kota Makassar Dr. Ahmad Namsun yang didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar Dr. H. Muhammad, M.Ag dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat HM. Syarif, M.Tp.

Kegiatan dilakukan dalam suasana kolaboratif yang menegaskan sinergi pemerintah daerah, LPTQ, Kemenag, serta pondok pesantren.

Ahmad Namsun dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen meningkatkan kualitas per-MTQ-an karena ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan instrumen pembinaan karakter religius, literasi Al-Qur’an, serta penguatan moral generasi muda di tengah tantangan sosial modern.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar menambahkan bahwa komunikasi dan regulasi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem baca-tulis Al-Qur’an yang kondusif dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai spiritual.

Training Center ini dirancang sebagai pembinaan komprehensif yang mencakup penguatan tajwid, makharijul huruf, teknik pernapasan, penguasaan lagu tilawah, hingga kesiapan mental dan spiritual, sehingga peserta memiliki kesiapan menyeluruh sebelum tampil pada ajang kompetisi tingkat provinsi.

Ustadz Hasan Pinang, S.Ag., M.Fil.I., selaku pelatih menegaskan bahwa TC bukan sekadar latihan teknis, melainkan proses pembentukan karakter dan ketahanan mental peserta agar mampu tampil percaya diri dan stabil di atas panggung.

“Training Center ini kami desain bukan hanya untuk mengejar juara, tetapi untuk membangun kualitas qari dan hafizh yang matang secara teknik, kuat secara mental, dan dalam secara spiritual,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Peserta harus memahami bahwa MTQ adalah panggung dakwah dan representasi akhlak Qur’ani, sehingga setiap latihan kami arahkan pada kesempurnaan bacaan sekaligus penguatan adab dan konsistensi ibadah.”

Menurutnya, persiapan yang matang secara teknis dan psikologis menjadi kunci keberhasilan karena tekanan kompetisi di tingkat provinsi menuntut stabilitas emosi dan penguasaan materi yang optimal agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal.

Melalui langkah strategis ini, Kota Makassar menegaskan komitmennya membangun generasi Qur’ani yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat kualitas kehidupan religius dan sosial di Sulawesi Selatan. (Ali)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru