SulawesiPos.com – Tahun Baru Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang yang melintasi zaman dan wilayah.
Berikut perjalanan sejarah Imlek dari dunia hingga Indonesia.
Berawal dari Festival Agraris Penyambut Musim Semi
Sejarah Imlek bermula di Tiongkok kuno sebagai festival agraris untuk menyambut datangnya musim semi.
Perayaan ini menjadi bentuk syukur atas panen sekaligus harapan bagi hasil pertanian di tahun berikutnya.
Legenda Monster Nian
Salah satu kisah paling populer adalah legenda monster Nian yang muncul di akhir musim dingin dan meneror desa.
Warga kemudian mengetahui bahwa Nian takut warna merah, suara bising, dan api, hal ini yang kemudian melahirkan tradisi lampion, petasan, dan dekorasi merah.
Diresmikan pada Masa Dinasti Han
Pada era Dinasti Han, perayaan mulai terstruktur. Kaisar Han Wudi menetapkan kalender lunar dan menjadikan bulan pertama sebagai awal tahun, sekaligus memasukkan ritual penghormatan leluhur dalam perayaan resmi.
Berkembang Jadi Festival Rakyat di Dinasti Tang-Song
Memasuki Dinasti Tang dan Song, Imlek berubah dari ritual istana menjadi festival rakyat. Tradisi saling berkunjung, permainan, hingga pertunjukan seni mulai meramaikan perayaan.
Sejarah Imlek di Indonesia
Dibawa Imigran Tionghoa ke Nusantara
Perayaan Imlek hadir di Indonesia melalui kedatangan imigran Tionghoa yang kemudian berakulturasi dengan budaya lokal di berbagai wilayah Pecinan.
Era Pra-Kemerdekaan hingga Awal RI
Pada masa awal kemerdekaan, masyarakat Tionghoa bebas merayakan Imlek.
Bahkan pemerintah menetapkannya sebagai hari raya keagamaan melalui Penetapan Pemerintah No. 2/1946.

