Cerita rakyat itu kemudian berujung pada datangnya bencana besar. Masyarakat Tindalun dipercaya mendapat hukuman dan sebagian di antaranya berubah menjadi gunung dan bukit, termasuk bentang alam yang kini dikenal sebagai Buttu Kabobong atau Gunung Nona.
Namun, kisah tersebut bukan satu-satunya versi legenda yang berkembang. Ada pula cerita tutur yang mengaitkan terbentuknya Buttu Kabobong dengan seorang putri dari Kerajaan Soppeng.
Perbedaan versi ini menunjukkan bahwa kisah Gunung Nona merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat yang diwariskan dalam berbagai bentuk.
Terlepas dari perbedaan ceritanya, legenda tersebut memiliki benang merah berupa pesan moral.
Gunung Nona dipandang sebagai bentang alam yang unik dan juga sebagai bagian dari warisan cerita masyarakat Enrekang.
Gunung Nona dan Pesona Bambapuang
Gunung Nona tidak berdiri sebagai objek yang terpisah dari lanskap di sekitarnya. Kawasan Bambapuang dikenal sebagai salah satu bentang pegunungan yang memberikan pemandangan khas sepanjang perjalanan menuju Tana Toraja.
Gunung Bambapuang yang berada di sekitar kawasan tersebut juga menjadi salah satu latar utama untuk menikmati panorama Gunung Nona.
Dari kawasan ini, wisatawan dapat melihat susunan perbukitan sekaligus merasakan suasana pegunungan yang berbeda dari kawasan perkotaan.
Posisinya di jalur lintas wisata menuju Tana Toraja membuat Gunung Nona memiliki keunggulan tersendiri.
Bagi pelancong dari arah Makassar, tempat ini dapat menjadi persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah Toraja.
Kembali Jadi Sorotan karena Kebakaran
Keberadaan Gunung Nona kembali mendapat perhatian pada 15 Agustus 2026 setelah kebakaran melanda kawasan hutan di sekitarnya.

Kawasan yang terbakar disebut merupakan hutan lindung yang telah dipagari oleh Dinas Kehutanan. Tidak terdapat lahan masyarakat di dalam kawasan tersebut, sementara luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Pascakebakaran, aktivitas warga di sekitar kaki Gunung Nona diperketat. Pengawasan dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus menjaga kawasan hutan yang menjadi bagian penting dari bentang alam Gunung Nona.

