Usai menghadap Presiden Prabowo, ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan (Menkeu) periode 2013–2014, Muhammad Chatib Basri, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai risiko kenaikan harga barang seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai level lebih dari Rp18.000.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menembus level psikologis Rp18.000 pada Kamis pagi. Berdasarkan data terbaru, dolar AS kini berada di kisaran Rp17.979.
Rupiah melemah hingga Rp17.671 per dolar AS. Ekonom Bhima Yudhistira mengingatkan dampaknya bisa memicu kenaikan biaya hidup, PHK, dan tekanan ekonomi masyarakat.
Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menyentuh Rp17.613 per dolar AS pada perdagangan Jumat (15/5/2026). Ketegangan geopolitik global disebut jadi pemicu utama.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan rupiah hingga Rp17.600 per dolar AS belum mengarah pada krisis seperti 1998 dan meminta masyarakat tidak panik.
Pemerintah akan membantu Bank Indonesia menahan pelemahan rupiah dengan mengintervensi pasar obligasi melalui skema Bond Stabilization Fund mulai besok.
Rupiah menyentuh level Rp17.500 per dolar AS akibat sentimen geopolitik Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, dan kekhawatiran pasar terhadap arus keluar modal asing.