Kerangka Ditemukan di Pantai Selayar, Diduga Nelayan yang Hilang Sejak 29 September

SulawesiPos.com – Kerangka manusia yang ditemukan di Pantai Bonesialla, Desa Bontobulaeng, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, diduga merupakan Sakinang, nelayan berusia 65 tahun yang dilaporkan hilang saat memancing pada Selasa (29/9/2026).

Kerangka tersebut ditemukan oleh dua warga, Muh Kasing (39) dan Kamaruddin (42), di pinggir pantai pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Dugaan bahwa kerangka itu merupakan Sakinang muncul dari keterangan keluarga yang menyebut korban sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, mengatakan kerangka ditemukan di atas batu di pinggir pantai.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, kerangka manusia tersebut ditemukan oleh 2 warga di atas batu di pinggir pantai,” ujar Didid dalam keterangannya dikutip Sabtu (26/10/2026).

Setelah menerima laporan, personel Polsek Pasimasunggu mengamankan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi kerangka menggunakan ambulans. Dokter dari Puskesmas Ujung Jampea kemudian melakukan pemeriksaan medis.

Berdasarkan keterangan keluarga, kerangka tersebut diduga merupakan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing.

BACA JUGA:  Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria, Identitas Belum Diketahui

Setelah dievakuasi dan menjalani pemeriksaan medis, kerangka dibawa ke rumah keluarga untuk dimakamkan.

Sampan Sakinang Ditemukan Kosong

Sebelum Sakinang dilaporkan hilang, seorang nelayan bernama Makmur (50) melihat sampan milik korban berada di laut dalam keadaan kosong.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa Sakinang terjatuh dari sampannya saat memancing, lalu terseret arus.

Namun, identitas kerangka yang ditemukan di Pantai Bonesialla masih disebut sebagai dugaan berdasarkan keterangan keluarga.

“Dari keterangan keluarga, kerangka diduga merupakan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut. Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan medis, kerangka dibawa ke rumah keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Didid.

SulawesiPos.com – Kerangka manusia yang ditemukan di Pantai Bonesialla, Desa Bontobulaeng, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, diduga merupakan Sakinang, nelayan berusia 65 tahun yang dilaporkan hilang saat memancing pada Selasa (29/9/2026).

Kerangka tersebut ditemukan oleh dua warga, Muh Kasing (39) dan Kamaruddin (42), di pinggir pantai pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.

Dugaan bahwa kerangka itu merupakan Sakinang muncul dari keterangan keluarga yang menyebut korban sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, mengatakan kerangka ditemukan di atas batu di pinggir pantai.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, kerangka manusia tersebut ditemukan oleh 2 warga di atas batu di pinggir pantai,” ujar Didid dalam keterangannya dikutip Sabtu (26/10/2026).

Setelah menerima laporan, personel Polsek Pasimasunggu mengamankan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi kerangka menggunakan ambulans. Dokter dari Puskesmas Ujung Jampea kemudian melakukan pemeriksaan medis.

Berdasarkan keterangan keluarga, kerangka tersebut diduga merupakan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing.

BACA JUGA:  Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos Makassar

Setelah dievakuasi dan menjalani pemeriksaan medis, kerangka dibawa ke rumah keluarga untuk dimakamkan.

Sampan Sakinang Ditemukan Kosong

Sebelum Sakinang dilaporkan hilang, seorang nelayan bernama Makmur (50) melihat sampan milik korban berada di laut dalam keadaan kosong.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa Sakinang terjatuh dari sampannya saat memancing, lalu terseret arus.

Namun, identitas kerangka yang ditemukan di Pantai Bonesialla masih disebut sebagai dugaan berdasarkan keterangan keluarga.

“Dari keterangan keluarga, kerangka diduga merupakan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut. Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan medis, kerangka dibawa ke rumah keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Didid.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru