SulawesiPos.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menyebut belum ada laporan jemaah umrah asal Sulsel yang tertunda keberangkatannya akibat penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
Menurut Ikbal, penerbangan jemaah umrah dari Indonesia umumnya menuju Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah atau Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah, bukan melalui Riyadh.
“Selama ini kalau jemaah umrah itu menggunakan Bandara King Abdulaziz Jeddah sama Madinah, bukan di Riyadh,” kata Ikbal saat dikonfirmasi SulawesiPos.com, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, penundaan keberangkatan 53 calon jemaah umrah asal Makassar yang terjadi sebelumnya berkaitan dengan pembatalan penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur menuju Madinah.
Dengan demikian, persoalan tersebut tidak disebabkan oleh jemaah yang harus melewati Bandara Riyadh.
Berdasarkan laporan sebelumnya, 53 calon jemaah tersebut dijadwalkan terbang menggunakan Malaysia Airlines dengan rute lanjutan Kuala Lumpur–Madinah.
“Pesawat Malaysia dari Kuala Lumpur ke Saudi itu yang di-cancel karena dampak eskalasi politik di Saudi,” lanjut Ikbal.
Sementara itu, penerbangan Makassar–Kuala Lumpur tetap beroperasi untuk penumpang reguler.
Ikbal mengatakan, pihak maskapai menanggung biaya penginapan jemaah yang terdampak penundaan tersebut. Mereka ditempatkan di Swiss-Belhotel sambil menunggu kejelasan perjalanan selanjutnya.
“Makanya daripada jemaah kita terbang di Malaysia tidak jelas, ya bagus dipending dari awal di Makassar,” ujarnya.
Bandara Riyadh Ditutup Usai Serangan Houthi
Penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menyusul serangkaian serangan yang diklaim kelompok Houthi Yaman.
Otoritas Arab Saudi menghentikan operasional bandara untuk pemeriksaan keselamatan dan memastikan kesiapan fasilitas penerbangan.
Laporan terbaru pada Selasa (13/10/2026) menyebut penutupan bandara tersebut diperpanjang hingga 17 Oktober 2026.
Sebelumnya, serangan terhadap Bandara King Khalid pada Minggu (11/10/2026) dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai 309 orang lainnya.
Serangan juga dilaporkan menyasar Bandara Internasional King Fahd di Dammam.
Jemaah Diminta Memastikan Jadwal dengan Pihak Travel
Di tengah perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, calon jemaah umrah diminta memastikan status penerbangan dan jadwal keberangkatan kepada biro perjalanan masing-masing.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau jemaah yang sedang berada di Arab Saudi agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi seluruh jamaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka,” kata Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Penyelenggara perjalanan ibadah umrah diminta terus memantau kondisi jemaah dan menyampaikan informasi apabila terjadi perubahan jadwal.
Keluarga jemaah di Indonesia juga diharapkan mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah dan berkoordinasi dengan pihak travel untuk memperoleh kepastian mengenai kondisi maupun jadwal perjalanan.


