Ia berharap keberhasilan panen di Desa Biru tidak berhenti sebagai sebuah capaian di satu kawasan.
Menurutnya, sistem yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas harus terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah pertanian lainnya di Kabupaten Bone.
H. Muslimin: Bukti Petani Bone Sangat Produktif
Sementara itu, Ketua Fraksi NasDem DPRD Bone Dr. H. Muslimin, S.E., M.M., mengapresiasi capaian petani di Desa Biru.
Menurutnya, hasil panen lebih dari 12 ton per hektare menjadi bukti bahwa petani Bone memiliki kemampuan dan potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan pertanian di Sulawesi Selatan.
“Ini capaian yang luar biasa. Di tengah tantangan El Nino, petani kita justru mampu menghasilkan lebih dari 12 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa petani Bone sangat produktif ketika didukung sistem pertanian, teknologi dan pendampingan yang tepat,” ujar H. Muslimin.
HMS, sapaan akrabnya, menilai keberhasilan tersebut harus menjadi momentum untuk memperluas inovasi pertanian kepada kelompok tani lainnya.
“Jangan berhenti di sini. Kalau sistem ini berhasil, mari kita kembangkan ke wilayah lain. Petani harus terus didukung agar produktivitasnya meningkat dan pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan mereka,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, penyuluh, kelompok tani dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, hasil panen tersebut menunjukkan bahwa tantangan perubahan iklim dapat dihadapi apabila petani mendapatkan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat.
Optimisme Baru Pertanian Bone
Panen bersama PM-AAS di Desa Biru menjadi gambaran optimisme baru bagi sektor pertanian Bone.
Di saat ancaman El Nino membuat petani di berbagai daerah harus beradaptasi dengan kondisi cuaca, petani Bone justru menunjukkan bahwa produktivitas tetap bisa dijaga bahkan ditingkatkan.
Capaian lebih dari 12 ton per hektare menjadi modal penting untuk terus mendorong modernisasi pertanian di Bone.
El Nino boleh datang, tetapi produktivitas petani Bone tidak boleh padam.
Dengan dukungan teknologi, inovasi dan kolaborasi berbagai pihak, Bone semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah pertanian penting di Sulawesi Selatan. (kar)

