SulawesiPos.com – Empat pendaki yang sebelumnya sempat terjebak kebakaran Gunung Bulu Saukang dilaporkan mengalami kesurupan saat proses evakuasi pada Senin (7/9/2026).
Keempat pendaki tersebut telah mendapat penanganan dari warga. Setelah kondisi mereka membaik, seluruhnya meninggalkan kawasan Gunung Bulu Saukang dan kembali ke rumah masing-masing.
Relawan SAR Pramuka Peduli, Ondong, mengatakan kondisi itu dialami oleh empat pendaki yang sebelumnya berada dalam situasi terjebak akibat kebakaran.
“Benar ada tadi pendaki yang sempat mengalami kesurupan. Ada 4 orang,” kata Ondong kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Kebakaran Picu Evakuasi Ratusan Pendaki
Kebakaran Gunung Bulu Saukang terjadi di jalur pendakian antara Pos 5 dan Pos 3, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Maros, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
Kondisi tersebut membuat sekitar 400 pendaki harus keluar dari kawasan gunung. Sebagian pendaki turun secara mandiri, sementara tim SAR gabungan melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada yang tertinggal di jalur.
Kantor SAR Makassar mengerahkan 20 personel Rescue untuk mendukung proses evakuasi. Seluruh pendaki yang berada di kawasan tersebut akhirnya berhasil dievakuasi.
Situasi di jalur pendakian juga sempat menimbulkan kondisi darurat lain. Tiga pendaki perempuan mengalami sesak napas, sedangkan salah seorang di antaranya mengalami cedera pada bagian pergelangan kaki.
Gunung Bulu Saukang sendiri memiliki ketinggian sekitar 332 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kesurupan Terjadi di Dua Lokasi
Menurut Ondong, empat pendaki tersebut tidak mengalami kesurupan di tempat yang sama.
Sebagian mengalaminya ketika masih berada di jalur pendakian, sementara lainnya sudah berada di tempat istirahat yang menjadi lokasi penjemputan.
“Yang alami kesurupan tadi itu pendaki yang sempat terjebak saat kebakaran terjadi. Lokasi kesurupannya itu ada yang di jalur, ada juga yang sudah sampai di tempat istirahat penjemputan,” ungkapnya.
Warga kemudian membantu menangani kondisi keempat pendaki tersebut. Setelah mendapat penanganan dan kondisinya membaik, mereka meninggalkan kawasan gunung.
Ondong menyebut, warga menduga kondisi itu dipengaruhi kelelahan setelah pendaki menghadapi situasi kebakaran.
Karakter jalur yang masih rimbun dan dikelilingi pepohonan besar juga disebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan warga.
“Menurut warga tadi itu 4 orang ini kesurupan karena efek kecapean. Ditambah lagi dengan jalurnya memang yang masih rimbun pepohonan besar,” pungkasnya.

