Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat? Ini Penyebab Penerbangan Makassar-Jakarta Terganggu

Abu yang menempel pada bagian luar pesawat juga berpotensi memengaruhi permukaan aerodinamis.

Lapisan material pada sayap dan komponen lainnya dapat mengganggu karakteristik aliran udara di sekitar pesawat.

Karena itu, keberadaan abu vulkanik di jalur penerbangan menjadi persoalan keselamatan, bukan sekadar gangguan jarak pandang.

Alasan Penerbangan Makassar-Jakarta Terdampak

Dalam kasus erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026), indikasi sebaran abu vulkanik terdeteksi di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan hasil paper test menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di kawasan bandara.

“Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB – 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta,” kata Lukman dalam keterangannya.

Temuan tersebut membuat operasional penerbangan harus disesuaikan.

Dampaknya ikut merembet ke sejumlah rute, termasuk Makassar-Cengkareng.

BACA JUGA:  TNI AU Minta Maaf, Siap Ganti Kaca Mobil Warga yang Pecah

Di Bandara Sultan Hasanuddin, tercatat 21 penerbangan rute Makassar-Jakarta dan sebaliknya terdampak.

Dari jumlah itu, 12 penerbangan mengalami pembatalan dan sembilan lainnya mengalami penundaan.

Kondisi ini menunjukkan abu vulkanik dapat mengganggu jaringan penerbangan meskipun bandara asal tidak berada dekat dengan lokasi gunung yang mengalami erupsi.

Bagi penerbangan, menghindari wilayah yang terpapar abu vulkanik merupakan langkah keselamatan untuk mencegah partikel masuk ke mesin maupun mengganggu sistem pesawat.

Abu yang menempel pada bagian luar pesawat juga berpotensi memengaruhi permukaan aerodinamis.

Lapisan material pada sayap dan komponen lainnya dapat mengganggu karakteristik aliran udara di sekitar pesawat.

Karena itu, keberadaan abu vulkanik di jalur penerbangan menjadi persoalan keselamatan, bukan sekadar gangguan jarak pandang.

Alasan Penerbangan Makassar-Jakarta Terdampak

Dalam kasus erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026), indikasi sebaran abu vulkanik terdeteksi di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, mengatakan hasil paper test menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di kawasan bandara.

“Hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB – 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta,” kata Lukman dalam keterangannya.

Temuan tersebut membuat operasional penerbangan harus disesuaikan.

Dampaknya ikut merembet ke sejumlah rute, termasuk Makassar-Cengkareng.

BACA JUGA:  Paket Berisi 65 Proyektil Amunisi Ditemukan di Gudang Kargo Bandara Sultan Hasanuddin

Di Bandara Sultan Hasanuddin, tercatat 21 penerbangan rute Makassar-Jakarta dan sebaliknya terdampak.

Dari jumlah itu, 12 penerbangan mengalami pembatalan dan sembilan lainnya mengalami penundaan.

Kondisi ini menunjukkan abu vulkanik dapat mengganggu jaringan penerbangan meskipun bandara asal tidak berada dekat dengan lokasi gunung yang mengalami erupsi.

Bagi penerbangan, menghindari wilayah yang terpapar abu vulkanik merupakan langkah keselamatan untuk mencegah partikel masuk ke mesin maupun mengganggu sistem pesawat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru