Sebab, dengan cakupan pelayanan yang baru sekitar 15 persen, sumber air yang terus menyusut, serta kebutuhan proyek strategis yang bisa mencapai 500 liter per detik, persoalan air bersih bukan lagi sekadar urusan pelayanan perusahaan daerah.
“Bagaimana caranya supaya ketika di musim biasa, atau di musim penghujan, dan kemudian kita harus berada pada kemampuan untuk bertahan di musim sekarang ini. Debit yang banyak dengan debit yang kurang tentu kita harus bagaimana bisa mengupayakan, mengantisipasi, dan bagaimana bisa menangani,” pungkasnya. (kar)

