SulawesiPos.com – Respons kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat. Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Unhas Gelombang 117 bersama Agam Rinjani dan mitranya dari Brasil, Bruno Tavarez, bergerak menjangkau sejumlah wilayah terdampak.
Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemetaan kebutuhan masyarakat agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kepala Humas dan Dokumentasi Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan tim melakukan pemetaan di sejumlah titik di Manggarai Timur.
Di antaranya Gongger Bawah, Satarteu, Ronting, Desa Dampek, dan Puskesmas Dampek.
Pemetaan dilakukan untuk menentukan kebutuhan prioritas sekaligus memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Di wilayah tersebut, Muhammad Aflahal Mukmin dari Ilmu Hubungan Internasional dan Lantar Maulana Anugerah Daiva dari Pendidikan Dokter bergabung bersama Agam Rinjani dan Bruno Tavarez dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Sementara itu, Tim KKN 117 melanjutkan respons kemanusiaan di wilayah Satar Padut dan Satar Punda,” ujar Ishaq.
Salurkan Bantuan ke Nagekeo
Gerakan kemanusiaan tersebut berlanjut pada 24–25 Agustus 2026. Agam Rinjani dan Bruno Tavarez melakukan peninjauan sekaligus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak di Nagekeo.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari terpal, tikar, selimut, obat-obatan hingga bahan makanan.
Dukungan terhadap tim di lapangan juga diperkuat dengan penyediaan dua unit sepeda motor oleh Bruno Tavarez kepada Tim KKN Unhas.
Kendaraan tersebut digunakan untuk menunjang mobilitas mahasiswa dalam menjangkau desa maupun titik layanan yang sulit diakses.
Kolaborasi Indonesia-Brasil untuk Pemulihan Pascagempa
Keterlibatan mitra internasional dari Brasil membuat respons kemanusiaan ini menjadi kolaborasi lintas negara. Dukungan logistik, pendanaan, jejaring dan informasi lapangan dipadukan dengan kapasitas mahasiswa Unhas yang berada langsung di tengah masyarakat.
Dari Manggarai Timur hingga Nagekeo, kolaborasi mahasiswa Unhas bersama mitra di Indonesia dan Brasil diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Misi tersebut sejalan dengan semangat KKN Tematik Tanggap Bencana Unhas Gelombang 117: “Connecting people, resources, and action for recovery.”
Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Manggarai Timur dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada 23–25 Agustus 2026.


