SulawesiPos.com – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Workshop Pertanian Berbasis Data sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi presisi di sektor pertanian. Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidrap, Patahangi Nurdin, S.IP., yang mewakili Bupati Sidrap.
Dalam sambutannya, Patahangi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Hasanuddin beserta mitra internasional yang telah berkolaborasi menghadirkan pelatihan bagi petani di Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini membutuhkan perubahan pola pikir agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menegaskan bahwa petani tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman turun-temurun, tetapi juga perlu memanfaatkan data sebagai dasar dalam mengambil keputusan budidaya.
“Mindset bahwa bertani cukup mengandalkan pengalaman sudah saatnya diubah. Pertanian harus didukung ilmu pengetahuan, teknologi, dan data agar produktivitas dapat terus meningkat,” ujarnya.
Patahangi berharap hasil kajian dan teknologi yang diperkenalkan dalam workshop dapat membantu petani mengambil keputusan secara lebih tepat, mulai dari pemupukan, pengairan, hingga penanganan hama dan penyakit tanaman.
“Selama ini pengetahuan yang dimiliki petani lebih banyak berdasarkan pengalaman. Melalui kegiatan ini kami berharap setiap keputusan budidaya dapat dilakukan berdasarkan data sehingga hasil pertanian semakin meningkat dan petani semakin sejahtera,” katanya.
300 Petani Andalan Ikuti Pelatihan
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penguatan Jejaring Universitas Hasanuddin, Muhammad Junaid, S.P., M.P., Ph.D., mengatakan pelaksanaan workshop hari pertama berjalan lancar dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 75 petani andalan pilihan Kabupaten Sidrap pada tahap pertama. Workshop akan berlangsung selama empat hari dengan target 300 petani mengikuti pelatihan pertanian cerdas berbasis data.
“Hari ini kegiatan berjalan lancar. Kami bersyukur sebanyak 75 petani andalan pilihan Kabupaten Sidrap telah mengikuti pelatihan pada hari pertama. Selanjutnya kegiatan akan dilaksanakan hingga hari keempat dengan target 300 petani pilihan,” jelasnya.
Menurut Junaid, workshop dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan dalam menerapkan pertanian presisi di lapangan.
Peserta dibekali kemampuan mengambil dan menginterpretasikan data untuk menentukan kebutuhan pemupukan, pengairan, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Selain penyampaian materi dan diskusi interaktif, peserta juga mengikuti demonstrasi penggunaan instrumen pertanian presisi di lahan percontohan.
“Petani tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan. Mereka akan melihat langsung cara mengambil data di lapangan, menginterpretasikannya, kemudian menentukan tindakan yang tepat berdasarkan kondisi tanaman. Dengan begitu, keputusan budidaya benar-benar berbasis data,” ungkapnya.
Perkuat Sidrap sebagai Lumbung Padi
Patahangi optimistis kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Universitas Hasanuddin dapat mempercepat penerapan pertanian berbasis data di tingkat petani.
Menurutnya, perpaduan antara pengalaman petani dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian.
Ia berharap wawasan dan keterampilan yang diperoleh peserta selama workshop dapat diterapkan secara berkelanjutan di lapangan sehingga mampu meningkatkan hasil panen.
“Kami berharap melalui workshop ini wawasan dan keterampilan petani semakin bertambah sehingga mampu menerapkan teknologi di lapangan. Jika ilmu dan pengalaman petani dipadukan dengan baik, kami optimistis target produktivitas 10 hingga 12 ton per hektare dapat tercapai,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia meyakini peningkatan produktivitas tersebut akan semakin memperkuat posisi Kabupaten Sidrap sebagai salah satu lumbung padi nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.
“Kami yakin perpaduan teknologi dan pengalaman petani akan membawa hasil yang lebih maksimal. Dengan begitu, target produksi daerah dapat tercapai dan Sidrap akan semakin memperkuat perannya sebagai lumbung padi nasional,” tutupnya.

