SulawesiPos.com – Kabupaten Bone mencatat inflasi tahunan (Year-on-Year) sebesar 2,50 persen pada Juli 2026, lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai 2,75 persen dan inflasi nasional sebesar 2,88 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone yang dirilis melalui Berita Resmi Statistik Nomor 10/08/7311/Th. XIX, 3 Agustus 2026 menunjukkan bahwa pada Juli 2026 juga terjadi deflasi bulanan (Month-to-Month/M-to-M) sebesar 0,31 persen, sementara inflasi tahun kalender (Year-to-Date/Y-to-D) tercatat 2,44 persen.
Kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bone dinilai berhasil menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat setelah inflasi yang sempat mencapai puncaknya pada Februari 2026 sebesar 5,87 persen.
Sejak Maret, laju inflasi terus mengalami penurunan dari 4,70 persen, kemudian 3,54 persen pada April, 3,53 persen pada Mei, 3,76 persen pada Juni, hingga akhirnya turun menjadi 2,50 persen pada Juli 2026.
BPS mencatat inflasi tahunan Watampone terutama dipengaruhi oleh kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang memberikan andil terbesar yakni 1,17 persen.

Selanjutnya kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menyumbang 0,71 persen, disusul kelompok Transportasi sebesar 0,22 persen, serta Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,13 persen.
Sementara kelompok pengeluaran lainnya memberikan andil yang relatif kecil terhadap inflasi, seperti Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,07 persen, Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,05 persen, Perlengkapan Rumah Tangga sebesar 0,05 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 0,03 persen, serta Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 0,04 persen.
Dengan capaian inflasi 2,50 persen, Watampone berada di posisi tengah dibandingkan daerah lain di Sulawesi Selatan. Inflasi tertinggi tercatat di Luwu Timur sebesar 3,50 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Palopo sebesar 1,48 persen.
BPS juga mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Watampone pada Juli 2026 berada pada angka 110,84.
“Alhamdulillah, inflasi Kabupaten Bone pada Juli 2026 berhasil ditekan menjadi 2,50 persen. Capaian ini lebih rendah dibandingkan inflasi Sulawesi Selatan maupun nasional. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Daerah bersama TPID, Bulog, distributor, pelaku usaha, dan seluruh stakeholder berjalan efektif,” ungkap Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M, Selasa (4/8/2026).
Penurunan inflasi ini lanjutnya, tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat karena mencerminkan stabilitas harga kebutuhan pokok dan terjaganya daya beli masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bone akan terus memperkuat ketahanan pangan, menjaga ketersediaan stok bahan pokok, memperlancar distribusi, serta meningkatkan produksi pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” pungkasnya. (kar)

