“Penyebab pastinya masih kami selidiki. Dugaan sementara api berasal dari pembakaran sampah di sekitar lokasi yang kemudian merambat ke kapal,” ujar IPTU Dr. Sukarman.
Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Sejumlah saksi juga dimintai keterangan guna memastikan kronologi dan penyebab kebakaran.
IPTU Sukarman turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah di dekat benda atau material yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah di lokasi yang berdekatan dengan benda atau material yang mudah terbakar,” katanya.
Insiden ini kembali menyorot kerentanan kapal yang sedang sandar ketika berada dekat sumber api terbuka.
Hingga Minggu pagi, 26 Juli 2026, belum ada keterangan tambahan mengenai aktivitas kapal sebelum terbakar maupun hasil penyelidikan final dari kepolisian.


