SulawesiPos.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan berhasil mengidentifikasi jenazah Hasbi (41), ayah dari Diska Yanti, bocah penyintas tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Identitas korban dipastikan melalui pencocokan sidik jari, data medis, dan properti yang ditemukan bersama jenazah.
Hasbi merupakan salah satu penumpang KM Nurul Salsa yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah kapal yang mengangkut 76 orang itu tenggelam saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng pada Rabu (15/7/2026).
Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. M. Haris mengatakan, hasil identifikasi menunjukkan kantong jenazah bernomor PM 62 B 03 Selayar cocok dengan data antemortem nomor 015.
“Korban teridentifikasi sebagai Hasbi (41), warga Labuan Marege, Desa Baji Minasa, Kecamatan Pasimasunggu, Selayar,” kata Haris saat konferensi pers di Makassar, Jumat (24/7/2026).
Menurut Haris, proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI gabungan yang terdiri atas Biddokkes Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Tim Identifikasi Polda Sulsel, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Pesan Terakhir untuk Diska
Nama Hasbi sebelumnya menjadi perhatian publik setelah kisah putrinya, Diska Yanti, selamat usai bertahan selama empat hari empat malam di tengah laut menggunakan papan gabus.
Berdasarkan keterangan keluarga yang ikut selamat, Hasbi sempat berada di atas papan gabus bersama enam penumpang lainnya, termasuk Diska dan istrinya, Malida.
Saat ombak besar menghantam, Hasbi terlepas dari pegangan dan hanyut terbawa arus.
Sebelum hilang, Hasbi disebut sempat berpesan kepada adiknya, Bau Asseng (23), agar menjaga keselamatan putrinya.
“Terakhir saya dengar dia berteriak agar Diska dijaga sampai selamat,” kenang Bau Asseng.
Diska kemudian berhasil ditemukan selamat pada Sabtu (18/7/2026) setelah terombang-ambing di laut selama empat hari.
Sementara itu, ibunya, Malida (31), diduga meninggal dunia setelah bertahan beberapa hari di atas papan gabus bersama para penyintas, yang kemudian terpaksa dilepas karena kondisi tubuhnya mulai membusuk.
Jenazah Hasbi ditemukan di sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada Kamis (23/7/2026), sebelum akhirnya berhasil diidentifikasi oleh tim DVI.
Hingga operasi pencarian resmi ditutup, Malida masih menjadi salah satu dari 14 korban KM Nurul Salsa yang belum berhasil ditemukan.


