SulawesiPos.com – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap 24 penumpang KM Nurul Salsa yang hingga Jumat (17/7/2026) belum ditemukan setelah kapal tersebut tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Proses pencarian diperkuat setelah data manifes diperbarui dan jumlah penumpang ternyata mencapai 74 orang, jauh lebih banyak dari laporan awal.
Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengungkapkan, laporan pertama yang diterima menyebut kapal mengangkut sekitar 50 orang.
Namun setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah penumpang dan awak kapal dipastikan mencapai 74 orang.
“Laporan awal kepada kami ada 50 orang. Namun setelah dikonfirmasi ternyata ada 74 orang penumpang,” kata Arif, dikutip Jumat (17/7/2026).
KM Nurul Salsa diketahui berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.
Saat berada di perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar, kapal mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam.
“Kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan pada posisi perairan barat Pulau Polassi,” ujarnya.
Dalam operasi penyelamatan, KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi puluhan korban pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.
Sebanyak 49 penumpang berhasil dievakuasi, termasuk enam orang lainnya diselamatkan kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian dan kemudian dibawa ke Pulau Polassi.
Berdasarkan data sementara Basarnas, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Dengan total penumpang dan awak kapal sebanyak 74 orang, hingga kini masih terdapat 24 orang yang belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia.
Arif menegaskan data korban masih bersifat sementara karena proses pendataan terus dilakukan bersama keluarga penumpang untuk memastikan tidak ada perubahan jumlah korban.
“Data korban ini masih belum valid karena tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga. Mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya anggota keluarga yang berada di KM Nurul Salsa tersebut,” pungkasnya.


