SulawesiPos.com – Seorang mahasiswa berinisial FAR (25) ditemukan tewas tenggelam di Sungai Maros, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, setelah tiba-tiba berlari dari barbershop lalu melompat ke sungai saat proses cukur rambutnya belum selesai, Jumat, 3 Juli 2026.
Korban sempat terlihat meminta tolong dari tengah sungai, tetapi baru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar tiga jam kemudian setelah pencarian oleh tim BPBD Maros.
Kronologi Kejadian
Peristiwa itu terjadi di Kampung Betang, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, sekitar pukul 13.30 Wita.
FAR sebelumnya datang ke barbershop bersama dua rekannya untuk mencukur rambut sebelum mendadak berlari keluar saat pencukurnya sedang pergi mengambil ponsel.
Kasi Humas Polres Maros AKP Ahmad mengatakan korban kemudian meloncat ke sungai tidak jauh dari lokasi barbershop.
“Korban seorang mahasiswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim BPBD,” kata Ahmad kepada wartawan, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurut Ahmad, saksi di lokasi melihat korban berlari bersama dua temannya sebelum meninggalkan tempat cukur dalam keadaan proses potong rambut belum selesai.
Situasi itu membuat kejadian di Sungai Maros berlangsung sangat cepat dan membuat orang di sekitar lokasi tidak langsung memahami apa yang sedang terjadi.
Saksi kira korban hanya bercanda
Tak lama setelah melompat ke sungai, seorang warga bernama Saha yang sedang memancing melihat korban meminta pertolongan dari tengah air.
Namun saksi awalnya mengira korban hanya bercanda sehingga bantuan tidak datang secepat yang dibutuhkan.
Ahmad menjelaskan, saksi lain kemudian mulai menyadari situasi darurat tersebut dan meminta pertolongan kepada perahu yang melintas untuk mendekati titik korban.
Warga setelah itu menghubungi pihak kepolisian dan BPBD Maros untuk melakukan pencarian.
Setelah proses pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUD dr Palaloi Maros untuk pemeriksaan medis.
Polisi kemudian menghubungi pihak keluarga korban di sekitar Kecamatan Mandai. Pihak keluarga datang ke rumah sakit untuk mengenali korban. Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga menolak dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi.


