Nelayan Hilang di Laut Pallette Ditemukan Meninggal, Dievakuasi 4 Mil dari Lokasi Perahu Terbalik

SulawesiPos.com – Setelah dilakukan pencarian intensif, korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Pallette akhirnya ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.

Informasi yang diterima menyebutkan, jasad korban ditemukan di laut dengan jarak kurang lebih 4 mil laut dari lokasi ditemukannya perahu korban, tepatnya ke arah utara.

Usai penemuan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, aparat kepolisian, serta masyarakat setempat langsung bergerak melakukan proses evakuasi.

“Korban ditemukan oleh nelayan dalam kondisi meninggal dunia, kemudian tim gabungan segera melakukan evakuasi menuju rumah duka,” ujar Kasi OPS Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Proses evakuasi berjalan lancar meski harus menempuh jarak cukup jauh di laut. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Diberitakan sebelumnya, upaya pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, terus diperluas.

BACA JUGA: 
Breaking News! Pesawat ATR Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros

Pada hari ketiga operasi, Jumat (1/5/2026), tim SAR gabungan memperpanjang area pencarian hingga ke perairan Cempalagi Desa Mallari Kecamatan Awangpone dan Perairan Cenrana.

Sebelumnya, tim dari Basarnas bersama unsur potensi SAR kembali melaksanakan briefing pagi sekitar pukul 07.00 Wita guna membagi tugas pencarian (Search and Rescue Unit/SRU).

“Pencarian dibagi menjadi dua tim. SRU I difokuskan pada pencarian di titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh saat menangkap kepiting. Metode penyelaman kembali dilakukan untuk memastikan keberadaan korban di bawah permukaan laut,” kata Andi Sultan.

Sementara itu, SRU II yang terdiri dari tim SAR gabungan bersama nelayan setempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Area pencarian diperluas dengan radius hingga 2 nautical mile (Nm) ke arah timur laut.

Di sisi lain, kondisi perahu korban saat ditemukan turut menjadi perhatian tim. Perahu dilaporkan dalam posisi terbalik, dengan mesin terpisah dari badan perahu serta dudukan mesin dalam keadaan pecah.

BACA JUGA: 
Tim SAR Gabungan Cari Nelayan yang Hilang di Perairan Pallette Bone

Hal ini diungkapkan salah seorang tim SAR yang terjun langsung di lokasi, Arul.

Berdasarkan temuan tersebut, kuat dugaan perahu melaju dengan kecepatan tinggi atau mengalami benturan keras, kemungkinan dari arah belakang. (kar)

SulawesiPos.com – Setelah dilakukan pencarian intensif, korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Pallette akhirnya ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.

Informasi yang diterima menyebutkan, jasad korban ditemukan di laut dengan jarak kurang lebih 4 mil laut dari lokasi ditemukannya perahu korban, tepatnya ke arah utara.

Usai penemuan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, aparat kepolisian, serta masyarakat setempat langsung bergerak melakukan proses evakuasi.

“Korban ditemukan oleh nelayan dalam kondisi meninggal dunia, kemudian tim gabungan segera melakukan evakuasi menuju rumah duka,” ujar Kasi OPS Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Proses evakuasi berjalan lancar meski harus menempuh jarak cukup jauh di laut. Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Diberitakan sebelumnya, upaya pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, terus diperluas.

BACA JUGA: 
Badan Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak Ditemukan di Puncak Bulusaraung Maros

Pada hari ketiga operasi, Jumat (1/5/2026), tim SAR gabungan memperpanjang area pencarian hingga ke perairan Cempalagi Desa Mallari Kecamatan Awangpone dan Perairan Cenrana.

Sebelumnya, tim dari Basarnas bersama unsur potensi SAR kembali melaksanakan briefing pagi sekitar pukul 07.00 Wita guna membagi tugas pencarian (Search and Rescue Unit/SRU).

“Pencarian dibagi menjadi dua tim. SRU I difokuskan pada pencarian di titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh saat menangkap kepiting. Metode penyelaman kembali dilakukan untuk memastikan keberadaan korban di bawah permukaan laut,” kata Andi Sultan.

Sementara itu, SRU II yang terdiri dari tim SAR gabungan bersama nelayan setempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Area pencarian diperluas dengan radius hingga 2 nautical mile (Nm) ke arah timur laut.

Di sisi lain, kondisi perahu korban saat ditemukan turut menjadi perhatian tim. Perahu dilaporkan dalam posisi terbalik, dengan mesin terpisah dari badan perahu serta dudukan mesin dalam keadaan pecah.

BACA JUGA: 
Tim SAR Gunakan Metode Estafet Paket Evakuasi Korban ATR 42-500

Hal ini diungkapkan salah seorang tim SAR yang terjun langsung di lokasi, Arul.

Berdasarkan temuan tersebut, kuat dugaan perahu melaju dengan kecepatan tinggi atau mengalami benturan keras, kemungkinan dari arah belakang. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru