Jelang Idul Adha, 113 Sapi Asal Barru Jalani Uji Kesehatan Sebelum Dikirim ke Kalimantan Selatan

SulawesiPos.com – Menjelang arus distribusi hewan kurban Idul Adha 2026, sebanyak 113 ekor sapi asal Kabupaten Barru disiapkan untuk diberangkatkan ke Kalimantan Selatan.

Sebelum dikirim, seluruh ternak tersebut lebih dulu menjalani pemeriksaan ketat di instalasi karantina yang berada di kawasan Pelabuhan Garongkong.

Pengawasan ini dilakukan oleh Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Barru.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sapi dalam kondisi sehat dan layak dilalulintaskan ke luar pulau.

Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha membuat pengawasan harus diperketat.

Setiap sapi yang akan dikirim wajib melewati serangkaian tahapan, mulai dari pemeriksaan fisik, pengambilan sampel darah, hingga uji laboratorium.

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama adalah Brucellosis, yang berpotensi mengganggu produktivitas ternak serta berdampak pada keamanan pangan.

“Pengendalian brucellosis menjadi salah satu fokus utama karena dampaknya yang luas terhadap produktivitas ternak dan keberlanjutan usaha peternakan,” kata Chadidjah dikutip Sabtu (2/5/2026).

BACA JUGA: 
Peran Karantina Sulsel Kian Diperkuat, Ekspor Tembus 63 Negara

Oleh karena itu, deteksi dini dilakukan sebelum sapi diberangkatkan ke daerah tujuan, yakni Batu Licin, Kalimantan Selatan.

Selain aspek kesehatan, petugas juga melakukan pengecekan administrasi, termasuk kesesuaian dokumen, jumlah ternak, hingga identitas masing-masing sapi.

Proses ini menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu guna mencegah potensi penyebaran penyakit antarwilayah.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas distribusi ternak. Kepatuhan terhadap prosedur karantina diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh seluruh pelaku usaha dan peternak,” pungkasnya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah memastikan bahwa setiap hewan kurban yang sampai ke masyarakat memenuhi standar kebutuhan dan kesehatannya terjamin.

SulawesiPos.com – Menjelang arus distribusi hewan kurban Idul Adha 2026, sebanyak 113 ekor sapi asal Kabupaten Barru disiapkan untuk diberangkatkan ke Kalimantan Selatan.

Sebelum dikirim, seluruh ternak tersebut lebih dulu menjalani pemeriksaan ketat di instalasi karantina yang berada di kawasan Pelabuhan Garongkong.

Pengawasan ini dilakukan oleh Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Barru.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sapi dalam kondisi sehat dan layak dilalulintaskan ke luar pulau.

Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha membuat pengawasan harus diperketat.

Setiap sapi yang akan dikirim wajib melewati serangkaian tahapan, mulai dari pemeriksaan fisik, pengambilan sampel darah, hingga uji laboratorium.

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama adalah Brucellosis, yang berpotensi mengganggu produktivitas ternak serta berdampak pada keamanan pangan.

“Pengendalian brucellosis menjadi salah satu fokus utama karena dampaknya yang luas terhadap produktivitas ternak dan keberlanjutan usaha peternakan,” kata Chadidjah dikutip Sabtu (2/5/2026).

BACA JUGA: 
Karantina Sulsel Gagalkan Dua Burung Nuri Asal Papua Masuk Makassar Tanpa Dokumen

Oleh karena itu, deteksi dini dilakukan sebelum sapi diberangkatkan ke daerah tujuan, yakni Batu Licin, Kalimantan Selatan.

Selain aspek kesehatan, petugas juga melakukan pengecekan administrasi, termasuk kesesuaian dokumen, jumlah ternak, hingga identitas masing-masing sapi.

Proses ini menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu guna mencegah potensi penyebaran penyakit antarwilayah.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas distribusi ternak. Kepatuhan terhadap prosedur karantina diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh seluruh pelaku usaha dan peternak,” pungkasnya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah memastikan bahwa setiap hewan kurban yang sampai ke masyarakat memenuhi standar kebutuhan dan kesehatannya terjamin.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru