SulawesiPos.com – Kabupaten Soppeng mencatatkan capaian signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Latemmamala ini masuk dalam empat besar kabupaten dengan jumlah jamaah terbanyak di Sulawesi Selatan, bersama Bone, Wajo, dan Gowa.
Tahun ini, lonjakan jumlah jamaah asal Soppeng cukup mencolok. Dari kuota normal sekitar 237 orang, jumlahnya meningkat drastis hingga mencapai 961 jamaah yang diberangkatkan dalam beberapa kelompok terbang (kloter).
Bahkan, untuk pertama kalinya, satu kloter penuh di Embarkasi Makassar diisi oleh jamaah dari satu kabupaten tanpa gabungan daerah lain.
Sebanyak 387 jamaah calon haji (JCH) asal Soppeng tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Makassar yang diberangkatkan melalui Asrama Haji Sudiang pada Rabu (22/4/2026) dini hari.
Keberangkatan ini menjadi penanda awal musim haji sekaligus momen bersejarah bagi daerah tersebut.
Selain jumlah jamaah yang meningkat, penyelenggaraan haji tahun ini juga menghadirkan inovasi layanan.
Melalui skema Makkah Route, seluruh proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Dengan sistem ini, jamaah tidak lagi menjalani pemeriksaan paspor setibanya di Arab Saudi, sehingga dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, menyebut kebijakan tersebut mempercepat proses kedatangan jamaah di Tanah Suci.
Data jamaah telah terintegrasi sejak keberangkatan, termasuk penggunaan identitas digital Nusuk yang dipasangkan sebelum penerbangan.
“Ini seperti membawa ‘pintu masuk Saudi’ ke Makassar,” kata Ikbal saat menyambut kedatangan kloter pertama, Selasa (21/4/2026).
Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, mengungkapkan rasa syukur atas peningkatan kuota haji tahun ini.
Menurutnya, tambahan kuota tersebut berdampak langsung pada berkurangnya masa tunggu jamaah yang sebelumnya cukup panjang.
“Rata-rata tunggu Sulsel sekarang 26 tahun, tapi dengan tambahan kuota ini, masyarakat Soppeng lebih cepat berangkat. Kami bersyukur ada terobosan dari Kementerian Agama,” tuturnya.
Ia juga berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
Keberangkatan kloter perdana ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan dan Inpesktorat Jenderal.
Doa bersama mengiringi langkah para jamaah, dengan harapan mereka kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

