SulawesiPos.com – Diskusi publik yang bertajuk Pemekaran Luwu Raya akan digelar Rabu (28/1/2026) pagi ini pukul 10.00 Wita di Ruang Redaksi SulawesiPos.com di AAS Building Lantai 4, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Diskusi digelar sebagai upaya memperdalam kajian dan mempertemukan beragam sudut pandang terkait isu yang sedang menjadi pembicaraan publik tersebut.
Dakam diskusi tersebut akan hadir mantan anggota DPRD Sulawesi Selatan Armin Mustamin Toputiri, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sulawesi Selatan Yarham Yasmin, serta Guru Besar Sosiologi Universitas Hasanuddin yang juga merupakan putra daerah Luwu, Prof Sakaria To Anwar.
UPDATED: Diskusi SulawesiPos.com tentang pemekaran Luwu Raya dihadiri oleh tiga narasumber yakni Sekprov Sulsel Jufri Rahman, mantan anggota DPRD Sulsel Armin Mistamin Toputiri, dan pemerhati Luwu Hidayat Hafied. Juga hadir sejumlah tokoh masyarakat Luwu, akademisi, dan elemen masyarakat lainnya.
Dari diskusi dan aksi yang disuarakan dalam beberapa hari terakhir, diketahui Luwu Raya diproyeksikan meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Kota Palopo. Luas wilayahnya sekitar 17.700 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa.
Selain kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi, Luwu juga memiliki posisi penting dalam sejarah Nusantara.
Narasi historis tersebut kerap diperkuat dengan pernyataan Presiden Soekarno yang kerap dirujuk sebagai pengakuan atas keistimewaan Luwu.*

