Korban Pertama ATR 42-500 Akhirnya Tiba di RS Bhayangkara

Overview

  • Jenazah korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Rabu pagi untuk menjalani proses identifikasi.
  • Korban ditemukan di jurang sedalam sekitar 200 meter di Gunung Bulusaraung dan dievakuasi setelah kondisi cuaca memungkinkan.
  • Proses evakuasi korban pertama berlangsung lebih lama akibat medan ekstrem dibandingkan korban kedua yang lebih dulu dievakuasi.

SulawesiPos.com – Proses penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 terus berlanjut.

Jenazah korban pertama yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung akhirnya tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Rabu (21/1/2026) pagi.

Jenazah berjenis kelamin pria tersebut tiba menggunakan ambulans milik RSAU dr Dody Sardjoto.

Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi lanjutan.

Setelah dilakukan serah terima, tim DVI segera membawa jenazah ke ruang jenazah guna menjalani pemeriksaan post mortem sebagai bagian dari proses identifikasi korban.

BACA JUGA:  Di Tengah Kabut dan Hujan Badai, Jenazah Korban ATR 42-500 Masih Tertahan di Lereng Bulusaraung

Korban pria tersebut diketahui merupakan jenazah pertama yang berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.20 WITA.

Saat itu, korban ditemukan di sebuah jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Proses evakuasi baru dapat dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa cuaca yang membaik pada Rabu pagi menjadi faktor penting dalam kelancaran proses evakuasi menggunakan helikopter Basarnas.

“Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka dari itu Dolphin Basarnas HR-3601 dapat diberangkatkan ke Lampeso,” ujar Andi Sultan.

Sebelumnya, tim SAR gabungan lebih dulu mengevakuasi korban kedua, seorang pramugari, yang ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter pada Senin (19/1/2026).

Jenazah korban kedua telah lebih dahulu tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) malam.

BACA JUGA:  Tim SAR Kesulitan Evakuasi Mahasiswa Unhas dari Tebing Terjal 25 Meter di Gunung Kalibbong Alloa Pangkep

Perbedaan waktu evakuasi kedua korban tersebut disebabkan oleh kondisi medan yang berbeda.

Kontur perbukitan di lokasi penemuan korban pertama dinilai lebih ekstrem sehingga membutuhkan waktu dan perencanaan lebih matang.

Overview

  • Jenazah korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Rabu pagi untuk menjalani proses identifikasi.
  • Korban ditemukan di jurang sedalam sekitar 200 meter di Gunung Bulusaraung dan dievakuasi setelah kondisi cuaca memungkinkan.
  • Proses evakuasi korban pertama berlangsung lebih lama akibat medan ekstrem dibandingkan korban kedua yang lebih dulu dievakuasi.

SulawesiPos.com – Proses penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 terus berlanjut.

Jenazah korban pertama yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung akhirnya tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Rabu (21/1/2026) pagi.

Jenazah berjenis kelamin pria tersebut tiba menggunakan ambulans milik RSAU dr Dody Sardjoto.

Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi lanjutan.

Setelah dilakukan serah terima, tim DVI segera membawa jenazah ke ruang jenazah guna menjalani pemeriksaan post mortem sebagai bagian dari proses identifikasi korban.

BACA JUGA:  Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Tiba di RS Bhayangkara Makassar

Korban pria tersebut diketahui merupakan jenazah pertama yang berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.20 WITA.

Saat itu, korban ditemukan di sebuah jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Proses evakuasi baru dapat dilakukan setelah kondisi cuaca memungkinkan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa cuaca yang membaik pada Rabu pagi menjadi faktor penting dalam kelancaran proses evakuasi menggunakan helikopter Basarnas.

“Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka dari itu Dolphin Basarnas HR-3601 dapat diberangkatkan ke Lampeso,” ujar Andi Sultan.

Sebelumnya, tim SAR gabungan lebih dulu mengevakuasi korban kedua, seorang pramugari, yang ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter pada Senin (19/1/2026).

Jenazah korban kedua telah lebih dahulu tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) malam.

BACA JUGA:  Di Tengah Kabut dan Hujan Badai, Jenazah Korban ATR 42-500 Masih Tertahan di Lereng Bulusaraung

Perbedaan waktu evakuasi kedua korban tersebut disebabkan oleh kondisi medan yang berbeda.

Kontur perbukitan di lokasi penemuan korban pertama dinilai lebih ekstrem sehingga membutuhkan waktu dan perencanaan lebih matang.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru