League Cup Jadi Panggung Regenerasi PSM, Kuota Asing Hanya Tiga

SulawesiPos.com – League Cup 2026/2027 membuka ruang bagi PSM Makassar untuk menguji pemain lokal dan jebolan akademi setelah operator membatasi setiap klub mendaftarkan maksimal tiga pemain asing.

Dengan sembilan pemain impor dalam skuad, Juku Eja harus menentukan tiga nama untuk turnamen yang dijadwalkan mulai 3 November, sementara pemain muda berpeluang mendapat menit bermain.

League Cup diikuti 18 klub Super League dan 20 klub Champions Series dengan sistem gugur.

Aturan pembatasan pemain asing membuat klub harus menyusun strategi berbeda karena tiga pemain impor yang didaftarkan tidak dapat diganti hingga kompetisi berakhir, termasuk ketika mengalami cedera atau hengkang di tengah turnamen.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan regulasi tersebut dapat membuka kesempatan bagi pemain yang selama ini lebih banyak berada di bangku cadangan.

“Pemain-pemain yang menghuni tetap di bangku cadangan bisa main,” ujar Ferry, dikutip JPNN.

PSM Tak Sekadar Mengejar Kuota

PSM sebelumnya menyatakan tidak akan mendaftarkan pemain hanya untuk memenuhi batas maksimal skuad. Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin menegaskan setiap pemain harus memiliki fungsi dalam kebutuhan tim.

BACA JUGA:  PSM Makassar Menang 2-1 atas Bhayangkara! Ahmad Amiruddin Puji Kerja Keras, Soares Tegaskan Misi Bertahan

“Kuota daftar 35 pemain, yang jelas PSM Makassar tidak akan memaksimalkan 35 pemain untuk memenuhi kuotanya, tapi kebutuhan timnya,” kata Fajrin dikutip Tribun Timur.

Pernyataan tersebut sejalan dengan kebutuhan PSM menghadapi dua kompetisi, yakni Super League dan League Cup.

Pengelolaan skuad yang lebih ramping juga memberi ruang untuk menerapkan sistem promosi-degradasi internal atau “sistem yoyo” antara tim utama dan pemain muda.

Legenda PSM Yosef Wijaya mendorong klub memanfaatkan turnamen baru tersebut sebagai panggung regenerasi, bukan hanya ajang mengejar hasil.

“Saya kira PSM Makassar harus memberikan kesempatan pemain muda di turnamen ini untuk tampil,” sebut Yosef kepada Tribun-Timur.com.

Peluang Akademi PSM

Pembatasan tiga pemain asing membuat PSM perlu memilih pemain impor berdasarkan kebutuhan paling mendesak.

Yosef menyarankan tiga slot tersebut diisi pemain bek tengah, gelandang serang, dan striker karena ketiganya dianggap sebagai poros permainan.

Di luar tiga slot itu, pemain lokal dan jebolan akademi dapat memperoleh kesempatan lebih besar untuk masuk daftar pertandingan.

BACA JUGA:  Prediksi PSM vs Persik: Duel Ketat di Parepare, Sejarah Imbang Terulang Lagi?

Bagi PSM, League Cup menjadi ruang untuk menguji kedalaman skuad sekaligus menilai kesiapan pemain yang belum mendapat banyak menit di Super League.

PSM juga menjadi satu-satunya wakil Sulawesi yang disebut tampil di League Cup 2026/2027.

Pengundian turnamen dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Oktober sebelum pertandingan pertama digelar pada 3 November.

SulawesiPos.com – League Cup 2026/2027 membuka ruang bagi PSM Makassar untuk menguji pemain lokal dan jebolan akademi setelah operator membatasi setiap klub mendaftarkan maksimal tiga pemain asing.

Dengan sembilan pemain impor dalam skuad, Juku Eja harus menentukan tiga nama untuk turnamen yang dijadwalkan mulai 3 November, sementara pemain muda berpeluang mendapat menit bermain.

League Cup diikuti 18 klub Super League dan 20 klub Champions Series dengan sistem gugur.

Aturan pembatasan pemain asing membuat klub harus menyusun strategi berbeda karena tiga pemain impor yang didaftarkan tidak dapat diganti hingga kompetisi berakhir, termasuk ketika mengalami cedera atau hengkang di tengah turnamen.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan regulasi tersebut dapat membuka kesempatan bagi pemain yang selama ini lebih banyak berada di bangku cadangan.

“Pemain-pemain yang menghuni tetap di bangku cadangan bisa main,” ujar Ferry, dikutip JPNN.

PSM Tak Sekadar Mengejar Kuota

PSM sebelumnya menyatakan tidak akan mendaftarkan pemain hanya untuk memenuhi batas maksimal skuad. Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin menegaskan setiap pemain harus memiliki fungsi dalam kebutuhan tim.

BACA JUGA:  Drama Tanpa Gol! Pertahanan Solid Gagalkan PSM dan PSIM Cetak Gol

“Kuota daftar 35 pemain, yang jelas PSM Makassar tidak akan memaksimalkan 35 pemain untuk memenuhi kuotanya, tapi kebutuhan timnya,” kata Fajrin dikutip Tribun Timur.

Pernyataan tersebut sejalan dengan kebutuhan PSM menghadapi dua kompetisi, yakni Super League dan League Cup.

Pengelolaan skuad yang lebih ramping juga memberi ruang untuk menerapkan sistem promosi-degradasi internal atau “sistem yoyo” antara tim utama dan pemain muda.

Legenda PSM Yosef Wijaya mendorong klub memanfaatkan turnamen baru tersebut sebagai panggung regenerasi, bukan hanya ajang mengejar hasil.

“Saya kira PSM Makassar harus memberikan kesempatan pemain muda di turnamen ini untuk tampil,” sebut Yosef kepada Tribun-Timur.com.

Peluang Akademi PSM

Pembatasan tiga pemain asing membuat PSM perlu memilih pemain impor berdasarkan kebutuhan paling mendesak.

Yosef menyarankan tiga slot tersebut diisi pemain bek tengah, gelandang serang, dan striker karena ketiganya dianggap sebagai poros permainan.

Di luar tiga slot itu, pemain lokal dan jebolan akademi dapat memperoleh kesempatan lebih besar untuk masuk daftar pertandingan.

BACA JUGA:  Tak Ada Pengganti Pluim, Darije Kalazic Bangun PSM Makassar dengan Mentalitas Ewako

Bagi PSM, League Cup menjadi ruang untuk menguji kedalaman skuad sekaligus menilai kesiapan pemain yang belum mendapat banyak menit di Super League.

PSM juga menjadi satu-satunya wakil Sulawesi yang disebut tampil di League Cup 2026/2027.

Pengundian turnamen dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Oktober sebelum pertandingan pertama digelar pada 3 November.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru