AS Roma Pakai Jersey Together for Nepal, Ditahan Fenerbahce 1-1 di Istanbul

Namun, tinjauan VAR menunjukkan pelanggaran terjadi di luar kotak penalti sehingga keputusan itu dibatalkan.

Fenerbahce hampir membalikkan keadaan pada menit ke-87.

Sundulan Nathan Ake mengenai mistar, sedangkan Roma berhasil mengamankan bola liar dan mempertahankan skor 1-1 hingga laga berakhir.

Hasil tersebut memberi kedua klub satu poin pada awal fase liga.

Roma kembali ke Liga Champions setelah absen selama tujuh musim, sementara Fenerbahce mengakhiri penantian selama 18 tahun untuk tampil lagi di kompetisi antarklub elite Eropa.

Gasperini Soroti Gol Cepat selepas Jeda

Pelatih Roma Gian Piero Gasperini menilai timnya mampu mengelola pertandingan di tengah tekanan tuan rumah.

Namun, ia menyoroti organisasi pertahanan ketika Fenerbahce mencetak gol pada awal babak kedua.

“Kami memainkan pertandingan yang bagus. Tidak mudah bermain di lapangan dan atmosfer ini. Mereka bermain lewat serangan balik dan memiliki beberapa pemain yang sangat cepat. Jadi, hasil imbang ini tidak buruk untuk klasemen fase liga,” kata Gasperini kepada Sky Sport.

BACA JUGA:  Bayern Munich Mengamuk! Hancurkan Atalanta 6-1 di Liga Champions, Olise dan Musiala Bersinar

“Sayangnya, posisi kami buruk saat gol 1-1 dan itu sesuatu yang harus kami perbaiki. Anda tidak selalu dapat memainkan sepak bola yang diinginkan, terutama dalam kompetisi seperti ini,” lanjutnya.

Gasperini mengatakan Roma juga kebobolan pada awal babak kedua ketika mengalahkan Atalanta pada pertandingan sebelumnya.

Pola tersebut akan menjadi perhatian tim pelatih menjelang laga berikutnya.

Cristante menyayangkan Roma gagal mempertahankan keunggulan, tetapi menilai timnya menunjukkan respons positif pada pertandingan Eropa pertama musim ini.

“Kami mengelola pertandingan dengan baik, berhasil unggul, dan pada babak kedua hampir selalu kami yang menyerang. Sayang sekali kami kebobolan, tetapi ini penampilan yang bagus,” kata Cristante kepada Sky Sport.

“Terlepas dari gol itu, kami memainkan pertandingan yang sangat baik untuk laga pertama. Kami pulang dengan kepala tegak,” ujarnya.

Jersey Dilelang untuk Operasi WFP di Nepal

Dukungan Roma untuk Nepal berlanjut setelah peluit akhir.

Selain lelang jersey pertandingan, klub mengajak pendukung berkontribusi melalui tantangan “AS Roma: Together for Nepal” pada aplikasi ShareTheMeal milik WFP.

BACA JUGA:  Drama Enam Gol di Olimpico! AS Roma Ditahan Juventus 3-3 Lewat Gol Telat Federico Gatti

WFP memberikan bantuan pangan dan dukungan logistik untuk menjangkau wilayah yang paling terdampak serta komunitas yang terisolasi.

Namun, tinjauan VAR menunjukkan pelanggaran terjadi di luar kotak penalti sehingga keputusan itu dibatalkan.

Fenerbahce hampir membalikkan keadaan pada menit ke-87.

Sundulan Nathan Ake mengenai mistar, sedangkan Roma berhasil mengamankan bola liar dan mempertahankan skor 1-1 hingga laga berakhir.

Hasil tersebut memberi kedua klub satu poin pada awal fase liga.

Roma kembali ke Liga Champions setelah absen selama tujuh musim, sementara Fenerbahce mengakhiri penantian selama 18 tahun untuk tampil lagi di kompetisi antarklub elite Eropa.

Gasperini Soroti Gol Cepat selepas Jeda

Pelatih Roma Gian Piero Gasperini menilai timnya mampu mengelola pertandingan di tengah tekanan tuan rumah.

Namun, ia menyoroti organisasi pertahanan ketika Fenerbahce mencetak gol pada awal babak kedua.

“Kami memainkan pertandingan yang bagus. Tidak mudah bermain di lapangan dan atmosfer ini. Mereka bermain lewat serangan balik dan memiliki beberapa pemain yang sangat cepat. Jadi, hasil imbang ini tidak buruk untuk klasemen fase liga,” kata Gasperini kepada Sky Sport.

BACA JUGA:  Malam Penuh Drama! Atletico Madrid Kunci Tiket Semifinal, Barcelona Pulang

“Sayangnya, posisi kami buruk saat gol 1-1 dan itu sesuatu yang harus kami perbaiki. Anda tidak selalu dapat memainkan sepak bola yang diinginkan, terutama dalam kompetisi seperti ini,” lanjutnya.

Gasperini mengatakan Roma juga kebobolan pada awal babak kedua ketika mengalahkan Atalanta pada pertandingan sebelumnya.

Pola tersebut akan menjadi perhatian tim pelatih menjelang laga berikutnya.

Cristante menyayangkan Roma gagal mempertahankan keunggulan, tetapi menilai timnya menunjukkan respons positif pada pertandingan Eropa pertama musim ini.

“Kami mengelola pertandingan dengan baik, berhasil unggul, dan pada babak kedua hampir selalu kami yang menyerang. Sayang sekali kami kebobolan, tetapi ini penampilan yang bagus,” kata Cristante kepada Sky Sport.

“Terlepas dari gol itu, kami memainkan pertandingan yang sangat baik untuk laga pertama. Kami pulang dengan kepala tegak,” ujarnya.

Jersey Dilelang untuk Operasi WFP di Nepal

Dukungan Roma untuk Nepal berlanjut setelah peluit akhir.

Selain lelang jersey pertandingan, klub mengajak pendukung berkontribusi melalui tantangan “AS Roma: Together for Nepal” pada aplikasi ShareTheMeal milik WFP.

BACA JUGA:  Inter Pesta Gol! Hajar AS Roma 5-2, Lautaro Martinez Brace di Giuseppe Meazza

WFP memberikan bantuan pangan dan dukungan logistik untuk menjangkau wilayah yang paling terdampak serta komunitas yang terisolasi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru