AS Roma Pakai Jersey Together for Nepal, Ditahan Fenerbahce 1-1 di Istanbul

SulawesiPos.com – AS Roma mengenakan jersey khusus bertuliskan “Together for Nepal” ketika bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce pada laga pertama fase Liga Champions di Istanbul, Kamis (10/9/2026) malam waktu setempat atau Jumat (11/9/2026) dini hari Wita.

Bryan Cristante membawa Roma unggul sebelum Archie Brown menyamakan skor tiga menit selepas jeda.

Pesan solidaritas untuk korban banjir dan longsor di Nepal itu menggantikan logo sponsor utama Eurobet.live yang tidak dapat ditampilkan pada kostum Roma karena aturan Turki melarang nama dan logo perusahaan taruhan atau perjudian pada seragam tim.

Roma kemudian bekerja sama dengan World Food Programme (WFP) untuk menggunakan ruang di bagian depan jersey sebagai dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana.

Logo WFP, tulisan “Together for Nepal”, dan bendera Nepal tampil pada kostum Giallorossi.

Klub menyatakan seluruh jersey yang dikenakan pemain dalam pertandingan tersebut akan dilelang.

Dana yang terkumpul disalurkan melalui intervensi WFP untuk membantu masyarakat Nepal.

“AS Roma dan WFP bergabung untuk mendukung masyarakat Nepal yang terdampak parah oleh banjir dan longsor yang melanda negara tersebut,” demikian pernyataan resmi Roma.

BACA JUGA:  Prediksi Skor FC Porto vs Manchester City: The Citizens Buru Awal Manis di Liga Champions

Roma juga berterima kasih kepada Eurobet.live atas kolaborasinya dalam inisiatif tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan klub, sekitar 43.000 orang membutuhkan bantuan kemanusiaan segera setelah banjir dan longsor membuat sejumlah komunitas terisolasi.

Cristante Cetak Gol, Brown Membalas

Di tengah pesan kemanusiaan pada jersey, Roma dan Fenerbahce sama-sama gagal meraih kemenangan pada penampilan pertama mereka di Liga Champions musim ini.

Roma membuka skor pada menit ke-39.

Donyell Malen bergerak dari sisi kiri dan mengirim bola kepada Cristante di luar kotak penalti, lalu gelandang Italia tersebut melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri gawang Fenerbahce.

Keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum.

Fenerbahce membalas pada menit ke-48 melalui Brown yang menerima umpan terobosan Mason Greenwood sebelum menaklukkan Mile Svilar.

Roma sempat memperoleh penalti pada menit ke-68 setelah Kerem Akturkoglu dianggap menjatuhkan Paulo Dybala.

Namun, tinjauan VAR menunjukkan pelanggaran terjadi di luar kotak penalti sehingga keputusan itu dibatalkan.

Fenerbahce hampir membalikkan keadaan pada menit ke-87.

Sundulan Nathan Ake mengenai mistar, sedangkan Roma berhasil mengamankan bola liar dan mempertahankan skor 1-1 hingga laga berakhir.

BACA JUGA:  Hasil Arsenal vs Chelsea 2-1: Meriam London Kalahkan The Blues, Arteta Puji Respons Skuadnya

Hasil tersebut memberi kedua klub satu poin pada awal fase liga.

Roma kembali ke Liga Champions setelah absen selama tujuh musim, sementara Fenerbahce mengakhiri penantian selama 18 tahun untuk tampil lagi di kompetisi antarklub elite Eropa.

Gasperini Soroti Gol Cepat selepas Jeda

Pelatih Roma Gian Piero Gasperini menilai timnya mampu mengelola pertandingan di tengah tekanan tuan rumah.

Namun, ia menyoroti organisasi pertahanan ketika Fenerbahce mencetak gol pada awal babak kedua.

“Kami memainkan pertandingan yang bagus. Tidak mudah bermain di lapangan dan atmosfer ini. Mereka bermain lewat serangan balik dan memiliki beberapa pemain yang sangat cepat. Jadi, hasil imbang ini tidak buruk untuk klasemen fase liga,” kata Gasperini kepada Sky Sport.

“Sayangnya, posisi kami buruk saat gol 1-1 dan itu sesuatu yang harus kami perbaiki. Anda tidak selalu dapat memainkan sepak bola yang diinginkan, terutama dalam kompetisi seperti ini,” lanjutnya.

Gasperini mengatakan Roma juga kebobolan pada awal babak kedua ketika mengalahkan Atalanta pada pertandingan sebelumnya.

BACA JUGA:  Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona, Hansi Flick Jadi Faktor Kunci Kepindahannya

Pola tersebut akan menjadi perhatian tim pelatih menjelang laga berikutnya.

Cristante menyayangkan Roma gagal mempertahankan keunggulan, tetapi menilai timnya menunjukkan respons positif pada pertandingan Eropa pertama musim ini.

“Kami mengelola pertandingan dengan baik, berhasil unggul, dan pada babak kedua hampir selalu kami yang menyerang. Sayang sekali kami kebobolan, tetapi ini penampilan yang bagus,” kata Cristante kepada Sky Sport.

“Terlepas dari gol itu, kami memainkan pertandingan yang sangat baik untuk laga pertama. Kami pulang dengan kepala tegak,” ujarnya.

Jersey Dilelang untuk Operasi WFP di Nepal

Dukungan Roma untuk Nepal berlanjut setelah peluit akhir.

Selain lelang jersey pertandingan, klub mengajak pendukung berkontribusi melalui tantangan “AS Roma: Together for Nepal” pada aplikasi ShareTheMeal milik WFP.

WFP memberikan bantuan pangan dan dukungan logistik untuk menjangkau wilayah yang paling terdampak serta komunitas yang terisolasi.

Roma menyebut kampanye tersebut sebagai penggunaan kekuatan dan visibilitas sepak bola untuk mengubah dukungan keluarga Giallorossi menjadi tindakan solidaritas yang nyata.

SulawesiPos.com – AS Roma mengenakan jersey khusus bertuliskan “Together for Nepal” ketika bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce pada laga pertama fase Liga Champions di Istanbul, Kamis (10/9/2026) malam waktu setempat atau Jumat (11/9/2026) dini hari Wita.

Bryan Cristante membawa Roma unggul sebelum Archie Brown menyamakan skor tiga menit selepas jeda.

Pesan solidaritas untuk korban banjir dan longsor di Nepal itu menggantikan logo sponsor utama Eurobet.live yang tidak dapat ditampilkan pada kostum Roma karena aturan Turki melarang nama dan logo perusahaan taruhan atau perjudian pada seragam tim.

Roma kemudian bekerja sama dengan World Food Programme (WFP) untuk menggunakan ruang di bagian depan jersey sebagai dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana.

Logo WFP, tulisan “Together for Nepal”, dan bendera Nepal tampil pada kostum Giallorossi.

Klub menyatakan seluruh jersey yang dikenakan pemain dalam pertandingan tersebut akan dilelang.

Dana yang terkumpul disalurkan melalui intervensi WFP untuk membantu masyarakat Nepal.

“AS Roma dan WFP bergabung untuk mendukung masyarakat Nepal yang terdampak parah oleh banjir dan longsor yang melanda negara tersebut,” demikian pernyataan resmi Roma.

BACA JUGA:  Hasil Arsenal vs Chelsea 2-1: Meriam London Kalahkan The Blues, Arteta Puji Respons Skuadnya

Roma juga berterima kasih kepada Eurobet.live atas kolaborasinya dalam inisiatif tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan klub, sekitar 43.000 orang membutuhkan bantuan kemanusiaan segera setelah banjir dan longsor membuat sejumlah komunitas terisolasi.

Cristante Cetak Gol, Brown Membalas

Di tengah pesan kemanusiaan pada jersey, Roma dan Fenerbahce sama-sama gagal meraih kemenangan pada penampilan pertama mereka di Liga Champions musim ini.

Roma membuka skor pada menit ke-39.

Donyell Malen bergerak dari sisi kiri dan mengirim bola kepada Cristante di luar kotak penalti, lalu gelandang Italia tersebut melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri gawang Fenerbahce.

Keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum.

Fenerbahce membalas pada menit ke-48 melalui Brown yang menerima umpan terobosan Mason Greenwood sebelum menaklukkan Mile Svilar.

Roma sempat memperoleh penalti pada menit ke-68 setelah Kerem Akturkoglu dianggap menjatuhkan Paulo Dybala.

Namun, tinjauan VAR menunjukkan pelanggaran terjadi di luar kotak penalti sehingga keputusan itu dibatalkan.

Fenerbahce hampir membalikkan keadaan pada menit ke-87.

Sundulan Nathan Ake mengenai mistar, sedangkan Roma berhasil mengamankan bola liar dan mempertahankan skor 1-1 hingga laga berakhir.

BACA JUGA:  Real Madrid Bungkam Manchester City 2-1! Vinicius Junior Jadi Penentu, Los Blancos Lolos Meyakinkan

Hasil tersebut memberi kedua klub satu poin pada awal fase liga.

Roma kembali ke Liga Champions setelah absen selama tujuh musim, sementara Fenerbahce mengakhiri penantian selama 18 tahun untuk tampil lagi di kompetisi antarklub elite Eropa.

Gasperini Soroti Gol Cepat selepas Jeda

Pelatih Roma Gian Piero Gasperini menilai timnya mampu mengelola pertandingan di tengah tekanan tuan rumah.

Namun, ia menyoroti organisasi pertahanan ketika Fenerbahce mencetak gol pada awal babak kedua.

“Kami memainkan pertandingan yang bagus. Tidak mudah bermain di lapangan dan atmosfer ini. Mereka bermain lewat serangan balik dan memiliki beberapa pemain yang sangat cepat. Jadi, hasil imbang ini tidak buruk untuk klasemen fase liga,” kata Gasperini kepada Sky Sport.

“Sayangnya, posisi kami buruk saat gol 1-1 dan itu sesuatu yang harus kami perbaiki. Anda tidak selalu dapat memainkan sepak bola yang diinginkan, terutama dalam kompetisi seperti ini,” lanjutnya.

Gasperini mengatakan Roma juga kebobolan pada awal babak kedua ketika mengalahkan Atalanta pada pertandingan sebelumnya.

BACA JUGA:  Genoa Tumbangkan AS Roma 2-1! Gol Vitinha di Menit 80 Bungkam Serigala Ibu Kota

Pola tersebut akan menjadi perhatian tim pelatih menjelang laga berikutnya.

Cristante menyayangkan Roma gagal mempertahankan keunggulan, tetapi menilai timnya menunjukkan respons positif pada pertandingan Eropa pertama musim ini.

“Kami mengelola pertandingan dengan baik, berhasil unggul, dan pada babak kedua hampir selalu kami yang menyerang. Sayang sekali kami kebobolan, tetapi ini penampilan yang bagus,” kata Cristante kepada Sky Sport.

“Terlepas dari gol itu, kami memainkan pertandingan yang sangat baik untuk laga pertama. Kami pulang dengan kepala tegak,” ujarnya.

Jersey Dilelang untuk Operasi WFP di Nepal

Dukungan Roma untuk Nepal berlanjut setelah peluit akhir.

Selain lelang jersey pertandingan, klub mengajak pendukung berkontribusi melalui tantangan “AS Roma: Together for Nepal” pada aplikasi ShareTheMeal milik WFP.

WFP memberikan bantuan pangan dan dukungan logistik untuk menjangkau wilayah yang paling terdampak serta komunitas yang terisolasi.

Roma menyebut kampanye tersebut sebagai penggunaan kekuatan dan visibilitas sepak bola untuk mengubah dukungan keluarga Giallorossi menjadi tindakan solidaritas yang nyata.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru