Di sisi lain, Barcelona sempat kehilangan Eric Garcia yang cedera dan harus digantikan Jules Kounde pada babak pertama.
Hingga turun minum, Barcelona memimpin 2-0.
Fermin Jadi Pengatur Serangan
Barcelona tetap menekan setelah jeda dan kembali menghukum pertahanan Valencia pada menit ke-50.
Kombinasi Yamal dan Fermin di sisi kanan membuat Raphinha mendapat ruang untuk menyelesaikan peluang dari jarak dekat.
Gol itu memperlebar keunggulan Barcelona menjadi 3-0 dan membuat Valencia makin sulit mengejar.
Fermin menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam laga ini karena mencetak satu gol dan membuat dua assist.
Setelah Raphinha mencetak gol, Barcelona terus menciptakan peluang melalui Rodri, Gordon, Pedri, dan Yamal.
Rodri sempat membentur mistar lewat sundulan setelah menyambut sepak pojok.
Pedri kemudian mencetak gol keempat pada menit ke-79 melalui tembakan mendatar ke sudut bawah gawang.
Yamal menutup pesta Barcelona pada menit ke-84 setelah menerima umpan Dani Olmo, lolos dari jebakan offside, lalu menyelesaikan peluang menjadi gol kedua pribadinya.
Barcelona menutup laga dengan 25 percobaan, 10 di antaranya mengarah ke gawang.
Valencia hanya membuat tiga percobaan sepanjang pertandingan.
Corberan Sudah Akui Kekuatan Barcelona
Sebelum laga, pelatih Valencia Carlos Corberan sudah mengakui Barcelona datang dengan kualitas besar sebagai juara bertahan.
Ia juga menilai investasi besar Barcelona di bursa transfer membuat lawan mereka punya lebih banyak pilihan di lapangan.
“Ini adalah tim dengan banyak potensi. Meski mereka datang sebagai juara liga, mereka telah melakukan investasi besar, lebih dari 170 juta euro, lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya. Mereka punya kemungkinan besar, tetapi kami fokus pada Valencia,” kata Corberan.
Corberan menegaskan Valencia ingin menunjukkan respons setelah hasil buruk pada pekan sebelumnya.
“Staf ingin menuntut dan menunjukkan bahwa kami bisa melakukan hal-hal lebih baik daripada pekan lalu. Kami punya keinginan untuk membangun dan meningkatkan performa dari akhir pekan lalu,” ujarnya.
Namun, rencana Valencia tidak mampu menahan agresivitas Barcelona sejak menit awal.

