Kai Havertz menyamakan skor pada menit ke-25.
Mantan penyerang Chelsea itu bergerak dari sisi kanan ke area tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang masuk ke gawang Emiliano Martinez.
Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama selesai meski Chelsea sempat hampir kembali unggul lewat peluang Pedro Neto yang membentur tiang.
Odegaard Tentukan Comeback Arsenal
Arsenal memastikan comeback pada awal babak kedua.
Martin Odegaard mencetak gol kemenangan pada menit ke-50 setelah memanfaatkan pergerakan cerdas Havertz di depan kotak penalti.
Christos Tzolis mengirim umpan rendah ke arah Havertz, tetapi pemain Jerman itu membiarkan bola lewat untuk membuka ruang bagi Odegaard.
Kapten Arsenal itu kemudian menyelesaikan peluang dari jarak dekat dan membawa tuan rumah unggul 2-1.
Odegaard menyebut laga melawan Chelsea sebagai pertandingan besar yang menuntut karakter kuat dari Arsenal.
“Ini pertandingan besar, sangat besar, melawan lawan yang sulit dan tim yang sangat bagus,” kata Odegaard.
Ia menilai Arsenal menunjukkan mental yang dibutuhkan untuk keluar dari situasi sulit.
“Kami selalu ingin terus berjuang dan sudah sering menunjukkan itu. Kebobolan cepat tidak pernah ideal, tetapi reaksi kami sangat bagus. Kami bisa saja mencetak beberapa gol lagi dan mendapatkan hasil yang pantas. Saya pikir itu performa yang brilian,” ujarnya.
Arteta juga menyoroti niat menyerang Arsenal yang tetap terlihat setelah kebobolan.
“Keyakinan, determinasi, kualitas yang kami tunjukkan, niat untuk terus menyakiti mereka, itu indah dan menjadi pertandingan yang menarik juga untuk penonton,” ucap Arteta.
Xabi Alonso Sebut Kekalahan Harus Menyakitkan
Chelsea tidak menyerah setelah tertinggal 1-2.
Tim asuhan Xabi Alonso mencoba mengejar lewat tekanan pada 15 menit terakhir.
Pedro Neto, Cole Palmer, Joao Pedro, dan Estevao Willian beberapa kali membawa ancaman ke pertahanan Arsenal.
Estevao bahkan memaksa David Raya melakukan penyelamatan penting menjelang akhir laga.

