Hasil Arsenal vs Chelsea 2-1: Meriam London Kalahkan The Blues, Arteta Puji Respons Skuadnya

SulawesiPos.com – Arsenal vs Chelsea berakhir 2-1 untuk tuan rumah pada derbi London Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026). Arsenal sempat tertinggal cepat lewat gol Morgan Rogers, tetapi bangkit melalui Kai Havertz dan Martin Odegaard untuk menjaga start sempurna awal musim.

Kemenangan ini menjadi ujian besar pertama Arsenal sebagai juara bertahan Premier League musim ini.

The Gunners sempat terpukul ketika Chelsea mencetak gol hanya dalam dua menit pertama.

Namun, skuad asuhan Mikel Arteta merespons tekanan itu dengan permainan agresif dan mampu membalikkan keadaan.

Arteta menyebut performa Arsenal dalam laga tersebut sebagai salah satu respons paling kuat yang ia lihat dari timnya.

“Saya pikir itu performa yang luar biasa. Saya menikmati setiap menitnya dari awal sampai akhir,” kata Arteta seusai laga.

Ia mengakui awal pertandingan tidak berjalan mudah karena Chelsea langsung memberi pukulan cepat.

Namun, Arteta menilai Arsenal tidak kehilangan arah setelah kebobolan.

“Awalnya sulit, tetapi saya menikmatinya karena tim bereaksi dengan cara yang spektakuler,” ujarnya.

Chelsea Unggul Lewat Rogers

Chelsea memulai laga dengan cara mengejutkan.

Morgan Rogers membawa tim tamu unggul ketika laga baru berjalan 77 detik.

Gol itu bermula dari bola mati Reece James yang masuk ke kotak penalti Arsenal.

BACA JUGA:  Resmi, Manchester United Rekrut Karl Darlow dari Leeds United dan Ikat hingga 2028

Bola liar kemudian jatuh ke Rogers di tepi kotak penalti, sebelum ia melepaskan tembakan rendah yang menaklukkan David Raya.

Itu menjadi gol pertama yang bersarang ke gawang Arsenal pada musim ini.

Chelsea mencoba memanfaatkan momentum awal untuk menekan tuan rumah.

Namun, Arsenal perlahan mengambil kendali permainan dan memaksa Chelsea lebih banyak bertahan.

Kai Havertz menyamakan skor pada menit ke-25.

Mantan penyerang Chelsea itu bergerak dari sisi kanan ke area tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang masuk ke gawang Emiliano Martinez.

Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama selesai meski Chelsea sempat hampir kembali unggul lewat peluang Pedro Neto yang membentur tiang.

Odegaard Tentukan Comeback Arsenal

Arsenal memastikan comeback pada awal babak kedua.

Martin Odegaard mencetak gol kemenangan pada menit ke-50 setelah memanfaatkan pergerakan cerdas Havertz di depan kotak penalti.

Christos Tzolis mengirim umpan rendah ke arah Havertz, tetapi pemain Jerman itu membiarkan bola lewat untuk membuka ruang bagi Odegaard.

Kapten Arsenal itu kemudian menyelesaikan peluang dari jarak dekat dan membawa tuan rumah unggul 2-1.

Odegaard menyebut laga melawan Chelsea sebagai pertandingan besar yang menuntut karakter kuat dari Arsenal.

BACA JUGA:  Awal 2026 Bergejolak, Tiga Pelatih Top Eropa Dipecat dalam Dua Pekan

“Ini pertandingan besar, sangat besar, melawan lawan yang sulit dan tim yang sangat bagus,” kata Odegaard.

Ia menilai Arsenal menunjukkan mental yang dibutuhkan untuk keluar dari situasi sulit.

“Kami selalu ingin terus berjuang dan sudah sering menunjukkan itu. Kebobolan cepat tidak pernah ideal, tetapi reaksi kami sangat bagus. Kami bisa saja mencetak beberapa gol lagi dan mendapatkan hasil yang pantas. Saya pikir itu performa yang brilian,” ujarnya.

Arteta juga menyoroti niat menyerang Arsenal yang tetap terlihat setelah kebobolan.

“Keyakinan, determinasi, kualitas yang kami tunjukkan, niat untuk terus menyakiti mereka, itu indah dan menjadi pertandingan yang menarik juga untuk penonton,” ucap Arteta.

Xabi Alonso Sebut Kekalahan Harus Menyakitkan

Chelsea tidak menyerah setelah tertinggal 1-2.

Tim asuhan Xabi Alonso mencoba mengejar lewat tekanan pada 15 menit terakhir.

Pedro Neto, Cole Palmer, Joao Pedro, dan Estevao Willian beberapa kali membawa ancaman ke pertahanan Arsenal.

Estevao bahkan memaksa David Raya melakukan penyelamatan penting menjelang akhir laga.

Namun, Chelsea gagal menemukan gol penyama dan harus menerima kekalahan pertama mereka di Liga Inggris musim ini.

Alonso mengakui hasil tersebut menyakitkan bagi Chelsea.

BACA JUGA:  Menanti Magis London Utara: Ujian Karakter Arsenal di Tengah Badai Absensi Kapten

“Ini menyakitkan karena sebuah kekalahan memang harus terasa menyakitkan. Ini pertandingan yang sangat intens dengan berbagai momen untuk semuanya. Kami punya peluang untuk menyamakan kedudukan dan juga beberapa peluang di babak pertama,” kata Alonso.

Pelatih asal Spanyol itu menilai Chelsea sempat terlalu lama berada dalam tekanan setelah unggul cepat.

“Setelah kami mencetak gol, ada 15 sampai 20 menit ketika kami harus terlalu banyak bertahan dan kesulitan mendapatkan kontrol. Setelah mereka menyamakan kedudukan, kami kembali masuk ke permainan dan punya peluang lewat Morgan dan Pedro juga,” ujarnya.

Alonso juga menilai Chelsea seharusnya bisa lebih baik saat kebobolan gol kedua.

“Kami bisa lebih baik pada gol kedua, kami kebobolan terlalu cepat. Para pemain memberikan segalanya dan mencoba semuanya. Ini kekalahan pertama, kami harus terus berjalan, tetapi ini harus terasa menyakitkan,” ucapnya.

Hasil ini membuat Arsenal meraih tiga kemenangan dari tiga laga awal Liga Inggris.

Chelsea tetap berada di papan atas, tetapi kehilangan rekor sempurna setelah kalah dalam laga tandang di Emirates.

Bagi Arsenal, kemenangan atas Chelsea menjadi sinyal bahwa mereka masih punya daya tahan mental untuk mengejar gelar lagi setelah kebobolan lebih dulu.

SulawesiPos.com – Arsenal vs Chelsea berakhir 2-1 untuk tuan rumah pada derbi London Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (6/9/2026). Arsenal sempat tertinggal cepat lewat gol Morgan Rogers, tetapi bangkit melalui Kai Havertz dan Martin Odegaard untuk menjaga start sempurna awal musim.

Kemenangan ini menjadi ujian besar pertama Arsenal sebagai juara bertahan Premier League musim ini.

The Gunners sempat terpukul ketika Chelsea mencetak gol hanya dalam dua menit pertama.

Namun, skuad asuhan Mikel Arteta merespons tekanan itu dengan permainan agresif dan mampu membalikkan keadaan.

Arteta menyebut performa Arsenal dalam laga tersebut sebagai salah satu respons paling kuat yang ia lihat dari timnya.

“Saya pikir itu performa yang luar biasa. Saya menikmati setiap menitnya dari awal sampai akhir,” kata Arteta seusai laga.

Ia mengakui awal pertandingan tidak berjalan mudah karena Chelsea langsung memberi pukulan cepat.

Namun, Arteta menilai Arsenal tidak kehilangan arah setelah kebobolan.

“Awalnya sulit, tetapi saya menikmatinya karena tim bereaksi dengan cara yang spektakuler,” ujarnya.

Chelsea Unggul Lewat Rogers

Chelsea memulai laga dengan cara mengejutkan.

Morgan Rogers membawa tim tamu unggul ketika laga baru berjalan 77 detik.

Gol itu bermula dari bola mati Reece James yang masuk ke kotak penalti Arsenal.

BACA JUGA:  Menanti Magis London Utara: Ujian Karakter Arsenal di Tengah Badai Absensi Kapten

Bola liar kemudian jatuh ke Rogers di tepi kotak penalti, sebelum ia melepaskan tembakan rendah yang menaklukkan David Raya.

Itu menjadi gol pertama yang bersarang ke gawang Arsenal pada musim ini.

Chelsea mencoba memanfaatkan momentum awal untuk menekan tuan rumah.

Namun, Arsenal perlahan mengambil kendali permainan dan memaksa Chelsea lebih banyak bertahan.

Kai Havertz menyamakan skor pada menit ke-25.

Mantan penyerang Chelsea itu bergerak dari sisi kanan ke area tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang masuk ke gawang Emiliano Martinez.

Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama selesai meski Chelsea sempat hampir kembali unggul lewat peluang Pedro Neto yang membentur tiang.

Odegaard Tentukan Comeback Arsenal

Arsenal memastikan comeback pada awal babak kedua.

Martin Odegaard mencetak gol kemenangan pada menit ke-50 setelah memanfaatkan pergerakan cerdas Havertz di depan kotak penalti.

Christos Tzolis mengirim umpan rendah ke arah Havertz, tetapi pemain Jerman itu membiarkan bola lewat untuk membuka ruang bagi Odegaard.

Kapten Arsenal itu kemudian menyelesaikan peluang dari jarak dekat dan membawa tuan rumah unggul 2-1.

Odegaard menyebut laga melawan Chelsea sebagai pertandingan besar yang menuntut karakter kuat dari Arsenal.

BACA JUGA:  63 Laga, 24 Menang: Rekor Buruk Antar Ruben Amorim ke Pintu Keluar Old Trafford

“Ini pertandingan besar, sangat besar, melawan lawan yang sulit dan tim yang sangat bagus,” kata Odegaard.

Ia menilai Arsenal menunjukkan mental yang dibutuhkan untuk keluar dari situasi sulit.

“Kami selalu ingin terus berjuang dan sudah sering menunjukkan itu. Kebobolan cepat tidak pernah ideal, tetapi reaksi kami sangat bagus. Kami bisa saja mencetak beberapa gol lagi dan mendapatkan hasil yang pantas. Saya pikir itu performa yang brilian,” ujarnya.

Arteta juga menyoroti niat menyerang Arsenal yang tetap terlihat setelah kebobolan.

“Keyakinan, determinasi, kualitas yang kami tunjukkan, niat untuk terus menyakiti mereka, itu indah dan menjadi pertandingan yang menarik juga untuk penonton,” ucap Arteta.

Xabi Alonso Sebut Kekalahan Harus Menyakitkan

Chelsea tidak menyerah setelah tertinggal 1-2.

Tim asuhan Xabi Alonso mencoba mengejar lewat tekanan pada 15 menit terakhir.

Pedro Neto, Cole Palmer, Joao Pedro, dan Estevao Willian beberapa kali membawa ancaman ke pertahanan Arsenal.

Estevao bahkan memaksa David Raya melakukan penyelamatan penting menjelang akhir laga.

Namun, Chelsea gagal menemukan gol penyama dan harus menerima kekalahan pertama mereka di Liga Inggris musim ini.

Alonso mengakui hasil tersebut menyakitkan bagi Chelsea.

BACA JUGA:  Hasil Manchester United vs Ipswich 5-2: Bruno Fernandes Cetak Hattrick di Old Trafford

“Ini menyakitkan karena sebuah kekalahan memang harus terasa menyakitkan. Ini pertandingan yang sangat intens dengan berbagai momen untuk semuanya. Kami punya peluang untuk menyamakan kedudukan dan juga beberapa peluang di babak pertama,” kata Alonso.

Pelatih asal Spanyol itu menilai Chelsea sempat terlalu lama berada dalam tekanan setelah unggul cepat.

“Setelah kami mencetak gol, ada 15 sampai 20 menit ketika kami harus terlalu banyak bertahan dan kesulitan mendapatkan kontrol. Setelah mereka menyamakan kedudukan, kami kembali masuk ke permainan dan punya peluang lewat Morgan dan Pedro juga,” ujarnya.

Alonso juga menilai Chelsea seharusnya bisa lebih baik saat kebobolan gol kedua.

“Kami bisa lebih baik pada gol kedua, kami kebobolan terlalu cepat. Para pemain memberikan segalanya dan mencoba semuanya. Ini kekalahan pertama, kami harus terus berjalan, tetapi ini harus terasa menyakitkan,” ucapnya.

Hasil ini membuat Arsenal meraih tiga kemenangan dari tiga laga awal Liga Inggris.

Chelsea tetap berada di papan atas, tetapi kehilangan rekor sempurna setelah kalah dalam laga tandang di Emirates.

Bagi Arsenal, kemenangan atas Chelsea menjadi sinyal bahwa mereka masih punya daya tahan mental untuk mengejar gelar lagi setelah kebobolan lebih dulu.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru