2 Kandang PSM Tanpa Penonton, Syamsuddin Umar Titip Pesan untuk Juku Eja

Menurut Syamsuddin, tim pelatih juga perlu memperhatikan kondisi fisik, komunikasi, manajemen waktu, pergantian pemain, dan motivasi skuad agar performa PSM meningkat dalam pertandingan berikutnya.

Ia turut menekankan pentingnya membaca tahapan program tim, mulai dari persiapan umum, prakompetisi, hingga kompetisi resmi. Pemetaan kekuatan dan kelemahan internal serta karakter lawan dinilai diperlukan untuk menyiapkan antisipasi yang tepat di lapangan.

Selisih Gol Masuk Perhitungan Sejak Awal

Selain mengejar kemenangan dalam dua laga kandang, Syamsuddin meminta PSM mengelola hasil pertandingan tandang secara realistis.

Setiap poin dan jumlah gol dapat memengaruhi posisi tim ketika klasemen akhir memiliki perolehan angka yang sama.

“Jadi kalau kita main di luar, away, kita mau menang. Tapi kalau kita tidak bisa menang, kita draw. Kalau kita tidak bisa draw, kita kalah. Kalau kalah, jangan banyak. Karena pada akhirnya nanti di akhir kompetisi akan dihitung selisih bola. Dan kadangkala sama poinnya, tapi selisih bola yang menentukan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Susunan Pemain PSM Makassar di BJ Habibie: Boboev dan Lagator Andalan

Kekalahan 1-3 dari Persib membuat PSM belum mengoleksi poin setelah pekan pertama. Pertandingan melawan Arema dan Persita menjadi dua agenda terdekat sebelum kompetisi memasuki jeda FIFA Matchday.

PSM Buka Ruang Dialog dengan Suporter

Manajemen PSM juga berupaya memperkuat kembali komunikasi dengan kelompok suporter setelah insiden yang berujung sanksi.

Fajrin mengatakan komitmen menjaga keamanan pertandingan tidak hanya berada di sisi klub, tetapi membutuhkan keterlibatan pendukung.

PSM Fest 2026 dijadikan salah satu ruang untuk mempertemukan manajemen dan suporter serta membicarakan hal-hal yang sebelumnya belum terjangkau dalam komunikasi kedua pihak.

“Harapannya komunikasi dengan suporter bisa berjalan baik dan bisa duduk bareng sehingga masalah yang terjadi kemarin tidak perlu terulang lagi,” ujar Fajrin.

Laga PSM melawan Arema dijadwalkan berlangsung pukul 16.30 Wita pada 13 September.

Enam hari kemudian, Juku Eja menjamu Persita pada waktu yang sama di Stadion Gelora B.J. Habibie.

Menurut Syamsuddin, tim pelatih juga perlu memperhatikan kondisi fisik, komunikasi, manajemen waktu, pergantian pemain, dan motivasi skuad agar performa PSM meningkat dalam pertandingan berikutnya.

Ia turut menekankan pentingnya membaca tahapan program tim, mulai dari persiapan umum, prakompetisi, hingga kompetisi resmi. Pemetaan kekuatan dan kelemahan internal serta karakter lawan dinilai diperlukan untuk menyiapkan antisipasi yang tepat di lapangan.

Selisih Gol Masuk Perhitungan Sejak Awal

Selain mengejar kemenangan dalam dua laga kandang, Syamsuddin meminta PSM mengelola hasil pertandingan tandang secara realistis.

Setiap poin dan jumlah gol dapat memengaruhi posisi tim ketika klasemen akhir memiliki perolehan angka yang sama.

“Jadi kalau kita main di luar, away, kita mau menang. Tapi kalau kita tidak bisa menang, kita draw. Kalau kita tidak bisa draw, kita kalah. Kalau kalah, jangan banyak. Karena pada akhirnya nanti di akhir kompetisi akan dihitung selisih bola. Dan kadangkala sama poinnya, tapi selisih bola yang menentukan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Darije Kalezic Resmi Kembali Latih PSM Makassar, Bawa Misi Bangkitkan Juku Eja

Kekalahan 1-3 dari Persib membuat PSM belum mengoleksi poin setelah pekan pertama. Pertandingan melawan Arema dan Persita menjadi dua agenda terdekat sebelum kompetisi memasuki jeda FIFA Matchday.

PSM Buka Ruang Dialog dengan Suporter

Manajemen PSM juga berupaya memperkuat kembali komunikasi dengan kelompok suporter setelah insiden yang berujung sanksi.

Fajrin mengatakan komitmen menjaga keamanan pertandingan tidak hanya berada di sisi klub, tetapi membutuhkan keterlibatan pendukung.

PSM Fest 2026 dijadikan salah satu ruang untuk mempertemukan manajemen dan suporter serta membicarakan hal-hal yang sebelumnya belum terjangkau dalam komunikasi kedua pihak.

“Harapannya komunikasi dengan suporter bisa berjalan baik dan bisa duduk bareng sehingga masalah yang terjadi kemarin tidak perlu terulang lagi,” ujar Fajrin.

Laga PSM melawan Arema dijadwalkan berlangsung pukul 16.30 Wita pada 13 September.

Enam hari kemudian, Juku Eja menjamu Persita pada waktu yang sama di Stadion Gelora B.J. Habibie.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru