Garudayaksa Menolak Underdog, Java United Diingatkan Waspada

“Semoga apa yang disiapkan bisa kita tampilkan dan bisa meraih kemenangan. Tentu pertandingan pertama tidak mudah, tapi kita akan berjuang maksimal agar bisa memenangkan pertandingan,” lanjutnya.

Milos Bawa Garudayaksa Tanpa Rasa Takut

Dari kubu tamu, Milos Joksic justru menolak jika Garudayaksa ditempatkan sebagai tim yang datang hanya untuk bertahan.

Pelatih asal Serbia itu menegaskan status promosi tidak boleh membuat pemainnya masuk lapangan dengan rasa rendah diri.

“Saya mendengar sebutan underdog. Saya suka itu, tapi yang jelas kami bukan tim underdog,” kata Joksic di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Milos bahkan memasang target tinggi pada musim pertama Garudayaksa di Super League.

“Target saya musim ini adalah posisi enam besar dan tim saya harus tahu hal ini. Kami akan berjuang untuk posisi enam besar, meskipun mungkin itu target yang tinggi,” ujar pelatih berusia 58 tahun tersebut.

Ia juga menyebut Garudayaksa akan datang ke Semarang dengan keberanian untuk memainkan sepak bola yang disiapkan.

BACA JUGA:  Nenad Bacina Masuk Bursa Pelatih PSM Makassar, Pernah Jadi Asisten Bojan Hodak

“Saya percaya mereka adalah tim yang kuat dan diisi oleh banyak pemain berpengalaman yang sudah lama berkarier di Indonesia. Kami memang tim baru, tetapi kami sama sekali tidak takut. Kami datang ke sini untuk menunjukkan kualitas terbaik dan memainkan sepak bola yang bagus,” tegas Joksic.

Milos sebelumnya juga menyatakan Garudayaksa ingin memainkan pendekatan taktik yang lebih tinggi di Super League, setelah pola bertahan di kasta kedua tidak lagi cukup untuk tantangan baru.

“Saya akan menerapkan taktik dengan level yang sangat tinggi,” kata Milos Joksic.

“Saya juga pernah melatih beberapa tim besar. Bagi saya, sepak bola harus dimainkan untuk mencetak gol. Fokus utama kami adalah mencetak gol, tetapi kami juga tidak boleh melupakan pertahanan,” katanya.

Laga di Jatidiri menjadi titik awal bagi Java United untuk membuktikan identitas barunya di hadapan publik Semarang.

Bagi Garudayaksa, pertandingan ini menjadi panggung pertama untuk menguji klaim bahwa mereka bukan sekadar tim promosi yang menumpang lewat di Super League.

BACA JUGA:  PSM Makassar Dapat Patch Khusus Juara di BRI Super League 2026/2027

“Semoga apa yang disiapkan bisa kita tampilkan dan bisa meraih kemenangan. Tentu pertandingan pertama tidak mudah, tapi kita akan berjuang maksimal agar bisa memenangkan pertandingan,” lanjutnya.

Milos Bawa Garudayaksa Tanpa Rasa Takut

Dari kubu tamu, Milos Joksic justru menolak jika Garudayaksa ditempatkan sebagai tim yang datang hanya untuk bertahan.

Pelatih asal Serbia itu menegaskan status promosi tidak boleh membuat pemainnya masuk lapangan dengan rasa rendah diri.

“Saya mendengar sebutan underdog. Saya suka itu, tapi yang jelas kami bukan tim underdog,” kata Joksic di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Milos bahkan memasang target tinggi pada musim pertama Garudayaksa di Super League.

“Target saya musim ini adalah posisi enam besar dan tim saya harus tahu hal ini. Kami akan berjuang untuk posisi enam besar, meskipun mungkin itu target yang tinggi,” ujar pelatih berusia 58 tahun tersebut.

Ia juga menyebut Garudayaksa akan datang ke Semarang dengan keberanian untuk memainkan sepak bola yang disiapkan.

BACA JUGA:  Rivalitas Legendaris PSM Makassar vs PSIM Yogyakarta: Benturan Filosofi Sepak Bola Nusantara

“Saya percaya mereka adalah tim yang kuat dan diisi oleh banyak pemain berpengalaman yang sudah lama berkarier di Indonesia. Kami memang tim baru, tetapi kami sama sekali tidak takut. Kami datang ke sini untuk menunjukkan kualitas terbaik dan memainkan sepak bola yang bagus,” tegas Joksic.

Milos sebelumnya juga menyatakan Garudayaksa ingin memainkan pendekatan taktik yang lebih tinggi di Super League, setelah pola bertahan di kasta kedua tidak lagi cukup untuk tantangan baru.

“Saya akan menerapkan taktik dengan level yang sangat tinggi,” kata Milos Joksic.

“Saya juga pernah melatih beberapa tim besar. Bagi saya, sepak bola harus dimainkan untuk mencetak gol. Fokus utama kami adalah mencetak gol, tetapi kami juga tidak boleh melupakan pertahanan,” katanya.

Laga di Jatidiri menjadi titik awal bagi Java United untuk membuktikan identitas barunya di hadapan publik Semarang.

Bagi Garudayaksa, pertandingan ini menjadi panggung pertama untuk menguji klaim bahwa mereka bukan sekadar tim promosi yang menumpang lewat di Super League.

BACA JUGA:  Agung Mannan Kembali ke PSM Makassar, Pulang Setelah Tiga Tahun Merantau

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru