Pengakuan individual juga datang berlapis, termasuk status runner-up FIFA World Player of the Year 1997, runner-up Ballon d’Or 2002, masuk FIFA 100 pilihan Pele pada 2004, serta tempat di FIFA World Cup All-Star Team.
Setelah meninggalkan Real Madrid pada 2007, ia masih melanjutkan karier ke Fenerbahce, kembali ke Brasil bersama Corinthians, lalu bermain di Anzhi Makhachkala sebelum menutup bab profesionalnya.
Sesudah gantung sepatu, Roberto Carlos sempat terlibat di kursi pelatih dan kemudian tetap aktif di dunia sepak bola sebagai figur publik dan duta olahraga.
Karena itu, ketika namanya kembali viral akibat rumor di media sosial, Roberto Carlos tetap lebih dulu dikenang lewat kisah hidup, karier panjang, dan prestasi yang membuatnya masuk barisan legenda sepak bola Brasil dan Real Madrid.

