Gol itu membuat Persebaya masuk ruang ganti dengan keadaan lebih tenang, lalu tampil jauh lebih agresif pada babak kedua.
Perubahan dari bangku cadangan menjadi salah satu titik paling menentukan.
Begitu babak kedua dimulai, tempo serangan Persebaya meningkat dan tekanan ke area pertahanan Port FC jadi lebih konsisten.
Situasi itu membuat tim tamu tidak lagi sebebas babak pertama dalam membangun serangan.
Kartu merah Bruno Moreira kemudian menjadi pukulan lain bagi Port FC.
Dalam situasi tertinggal dan bermain dengan 10 orang, ruang mereka untuk mengejar pertandingan semakin sempit.
Juara Grup, Tapi Tavares Belum Puas
Meski menutup Grup B dengan nilai sempurna, Bernardo Tavares menegaskan timnya belum selesai berbenah.
Ia menilai masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan meski Persebaya sukses menjaga laju kemenangan.
“Tentu masih banyak hal yang harus kami lakukan dan kami ubah jika ingin menjadi tim yang lebih baik,” kata Tavares usai pertandingan.
Pernyataan itu memperlihatkan Persebaya tidak mau terlena hanya karena lolos ke semifinal dengan tiga kemenangan beruntun.
Bagi tim pelatih, hasil atas Port FC menjadi modal penting, tetapi juga bahan evaluasi sebelum fase gugur.

