SulawesiPos.com – Komisi X DPR RI menyetujui proses naturalisasi dua pesepak bola, Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery. Kendati demikian, DPR mengingatkan pemerintah dan PSSI agar kebijakan alih kewarganegaraan ini tidak membuat pembinaan terhadap talenta pemain lokal terabaikan.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih, menegaskan bahwa partainya mendukung proses naturalisasi kedua pemain tersebut. Namun, ia menekankan agar naturalisasi tidak dijadikan solusi instan jangka pendek tanpa disertai pembenahan ekosistem sepak bola nasional secara berkelanjutan.
“Prinsipnya, Fraksi PKS menyetujui naturalisasi ini. Namun, catatan yang berulang kali kami sampaikan jangan sampai berkesan sebagai sesuatu yang sudah menjadi keputusan yang harus diterima begitu saja,” ujar Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX ini memberikan tiga catatan kritis kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta PSSI. Pertama, ia mendorong regulasi yang mewajibkan klub Liga 1 dan Liga 2 memberikan menit bermain kepada pemain muda lokal. Kedua, Fikri mengusulkan pembatasan jumlah pemain asing dan naturalisasi di level klub demi menjaga keseimbangan kompetisi.
“Bukan berarti kita anti terhadap naturalisasi. Kita juga harus realistis. Namun, perlu ada aturan yang jelas mengenai batas maksimal jumlah pemain naturalisasi di dalam tim,” tegas Fikri.
Catatan ketiga yang ia tekankan adalah meminta percepatan pembangunan sarana latihan berstandar internasional serta sertifikasi pelatih yang merata hingga ke daerah-daerah, sehingga pembinaan tidak hanya terpusat di kota besar. Fikri optimistis Indonesia memiliki banyak potensi pesepak bola yang mampu bersaing di level dunia jika dibarengi dengan penguatan kompetisi usia muda yang berkesinambungan.


