SulawesiPos.com – Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, menegaskan bahwa nasib Pasukan Ramang kini berada di tangan mereka sendiri.
Menjelang laga krusial melawan Arema FC di kandangnya, Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu besok (9/5/2026), Ahmad Amiruddin menyebut pertandingan yang akan digelar Sabtu besok sebagai momentum pembuktian harga diri pemain di tengah badai cedera yang menghantam skuad.
Dalam jumpa pers pra-pertandingan di Malang, Jumat (8/5/2026), Amiruddin mengakui kondisi tim sedang tidak ideal. Namun, ia menolak menjadikan absennya sejumlah pilar sebagai alasan untuk menyerah.
“Pertandingan besok memang kurang ideal karena banyak pemain yang harus menepi untuk pemulihan cedera. Tapi semangat kami tidak boleh turun,” ujar Amiruddin dengan nada optimis.
Bagi Amiruddin, absennya pemain utama justru menjadi panggung bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitas mereka.
Ia menantang para pemain cadangan untuk membuktikan bahwa mereka layak masuk dalam starting eleven.
“Besok adalah kesempatan kalian memperlihatkan layak berada di posisi starting. Latihan sudah bagus, semoga bisa diaplikasikan di lapangan,” tambahnya.
Mengingat posisi PSM di klasemen yang belum aman, Amiruddin menekankan bahwa sisa kompetisi musim ini harus dianggap sebagai partai puncak.
PSM wajib menyapu bersih kemenangan untuk memastikan diri tetap berlaga di kasta tertinggi musim depan.
“Tiada yang bisa menolong selain diri sendiri. Hasil pertandingan yang akan menolong kita. Anggap tiga pertandingan sisa seperti game final. Hanya kemenangan yang memastikan PSM berada di Super League musim depan,” tegas Ahmad Amiruddin.
Memiliki sejarah tiga tahun berkarier di Malang, Amiruddin menaruh hormat tinggi pada Arema FC dan militansi Aremania.
Meski begitu, ia menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritas utama.
“Saya menaruh hormat pada Arema. Saya tahu rasanya atmosfer di sini, apalagi saat derby. Saya berharap Arema bisa lebih bagus ke depannya, tapi khusus besok, rezekinya untuk kami dulu,” kelakarnya.
Secara teknis, tim pelatih PSM telah menganalisis kekuatan lawan. Lini depan Arema FC menjadi sorotan utama karena dianggap sangat produktif saat bermain di kandang.
Gelandang pekerja keras PSM, Akbar Tanjung, turut memberikan peringatan kepada rekan-rekannya.
Ia menyoroti masalah konsentrasi yang sering menjadi batu sandungan bagi tim di laga-laga sebelumnya.
“Kita harus fokus lebih dari Arema. Beberapa pertandingan terakhir kita selalu kehilangan fokus, datang ke sini harus lebih keras berjuang dari Arema. Kita tahu mereka punya pemain bagus, jadi kerja keras adalah harga mati,” pungkas Akbar.
PSM saat ini di posisi ke-13 klasemen sementara Super League 2025-2026, dengan jumlah poin 34, sementara Arema lebih unggul di posisi 10, dan memiliki tabungan poin 39.
PSM harus bisa membawa pulang 3 poin untuk menjauhkan diri dari batas zona degradasi, yang hanya diantarai 2 klub di bawah PSM: Madura United dengan 32 poin dan Persijap dengan 31 poin.
Sedangkan 3 klub yang terkungkung di zona degradasi yaitu: Persis Solo (27 poin), Semen Padang (20 poin), dan PSBS Biak (18 poin).
Dengan tensi tinggi dan misi menjauh dari zona bahaya, duel klasik ini diprediksi akan berlangsung sengit sejak menit awal.
Mampukah Pasukan Ramang membawa pulang poin penuh dari Bumi Arema? Kita nantikan besok.

