SulawesiPos.com – Laga pekan ke-28 Liga 1 2025/2026 menjadi malam yang berat bagi PSM Makassar.
Bermain di kandang sendiri, tim berjuluk Juku Eja harus menerima kenyataan pahit setelah dikalahkan oleh Borneo FC.
Hasil ini jelas di luar ekspektasi, baik dari tim maupun para suporter yang memadati stadion.
Kekalahan di kandang selalu menjadi pukulan telak, terlebih dalam fase krusial kompetisi.
Cedera Jadi Faktor Krusial
Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih PSM Makassar menegaskan bahwa kondisi tim memang tidak ideal.
Beberapa pemain kunci tidak dapat tampil maksimal karena cedera.
Ahmad Amiruddin mengungkapkan bahwa perubahan permainan mulai terasa ketika salah satu pemain harus keluar.
Bahkan, beberapa nama seperti Neto, Victor Dethan, hingga Mufli disebut masih dalam kondisi belum fit.
Situasi ini membuat kedalaman skuad menjadi terbatas.
Rotasi pemain tidak berjalan optimal, sehingga berdampak langsung pada performa tim sepanjang pertandingan.
Tetap Berjuang Meski Terbatas
Meski dihantam badai cedera, satu hal yang tetap diapresiasi adalah semangat juang para pemain.
Dari awal hingga akhir laga, skuad PSM Makassar tetap menunjukkan determinasi tinggi.
Dengan jumlah pemain yang terbatas, mereka masih berusaha menekan lawan dan meminimalisir kekalahan.
Namun, hasil akhir berkata lain.
“Spirit pemain luar biasa, mereka tetap fight sampai akhir,” kurang lebih menjadi pesan yang ingin disampaikan oleh tim pelatih.
Permintaan Maaf Menyentuh dari Pemain
Tidak hanya dari sisi pelatih, perwakilan pemain juga memberikan pernyataan yang cukup emosional.
Akbar Tanjung secara terbuka meminta maaf kepada seluruh suporter.
Ia menegaskan bahwa tim sudah berusaha maksimal untuk meraih tiga poin, namun hasil tidak berpihak.
Permintaan maaf ini ditujukan tidak hanya kepada suporter yang hadir di stadion, tetapi juga mereka yang mendukung dari rumah.
Pernyataan ini langsung menyentuh hati banyak fans, karena menunjukkan tanggung jawab dan rasa hormat pemain terhadap dukungan yang diberikan.
Dukungan Suporter Tetap Jadi Energi
Meski hasil mengecewakan, dukungan suporter tetap menjadi kekuatan utama bagi PSM Makassar.
Atmosfer stadion yang penuh semangat membuktikan bahwa loyalitas fans tidak luntur.
Dalam situasi sulit seperti ini, dukungan moral justru menjadi hal yang paling dibutuhkan tim untuk bangkit di laga berikutnya.
Peluang Bangkit Masih Terbuka
Kekalahan ini memang menyakitkan, namun kompetisi masih berjalan.
PSM Makassar masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Dengan catatan, kondisi pemain harus segera membaik dan strategi tim kembali dimatangkan.
Jika mampu bangkit dari situasi ini, bukan tidak mungkin Juku Eja kembali menjadi ancaman serius di sisa musim.

