Tren Buruk Berlanjut! PSM Tumbang 2-4 dari Persita, Suporter Turun ke Lapangan

SulawesiPos.com — Parepare – Kekalahan telak PSM Makassar dari Persita Tangerang dengan skor 2-4 dalam lanjutan pekan ke-24 Liga 1 Indonesia berbuntut panjang.

Laga yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3/2026) malam, diwarnai aksi kekecewaan suporter yang turun langsung ke lapangan usai pertandingan berakhir.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, PSM justru gagal memanfaatkan keuntungan kandang.

Tim berjuluk Juku Eja harus mengakui keunggulan Persita setelah kebobolan empat gol dalam duel sengit tersebut.

Kekalahan ini semakin mempertegas rapuhnya lini pertahanan Pasukan Ramang dalam beberapa laga terakhir.

Tren Negatif Berlanjut

Hasil ini memperpanjang periode sulit PSM. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka menelan empat kekalahan dan satu hasil imbang.

Sebelum takluk dari Persita, PSM juga dipaksa menyerah oleh Persebaya, Persija Jakarta, serta Dewa United.

Rangkaian hasil minor tersebut membuat posisi PSM di papan bawah klasemen semakin terancam dan membuka potensi masuk ke zona degradasi jika tidak segera bangkit.

BACA JUGA: 
PSM Makassar Didenda Rp150 Juta Usai Suporter Turun ke Lapangan Saat Lawan Persita, Ini Rincian Sanksinya

Suporter Turun ke Lapangan

Berdasarkan pantauan wartawan Sulawesipos.com di stadion, sejumlah suporter tampak melompati pagar pembatas dan memasuki area lapangan.

Mereka mendatangi pemain, pelatih, serta ofisial tim untuk menyampaikan kekecewaan atas performa yang dinilai tak kunjung membaik.

Petugas keamanan dan steward bergerak cepat mengamankan situasi.

Meski sempat memanas, kondisi berangsur terkendali tanpa laporan korban serius.

Asap terlihat mengepul di sekitar area gawang, diduga berasal dari flare yang dinyalakan oknum suporter sehingga suasana stadion semakin tegang.

Insiden ini berpotensi menyeret PSM pada ancaman sanksi dari operator kompetisi.

Regulasi Liga 1 secara tegas melarang suporter memasuki lapangan karena membahayakan keselamatan pemain dan perangkat pertandingan.

PSM Kian Tertekan di Papan Bawah

Secara klasemen, kekalahan 2-4 ini membuat PSM tertahan di peringkat ke-13 dengan 23 poin dari 24 pertandingan.

Mereka mencetak 26 gol dan telah kebobolan 31 kali sepanjang musim ini.

Persaingan papan bawah pun semakin ketat.

BACA JUGA: 
9 Laga Kandang PSM di BJ Habibie, Rata-rata Penonton Tak Sampai 4 Ribu

Di bawah PSM terdapat Madura United (20 poin), Persijap Jepara (19 poin), PSBS Biak (18 poin), Persis Solo (16 poin), dan Semen Padang (16 poin).

Screenshot_20260303_053524_Flashscore
Klasemen Sementara PSM Makassar di BRI Liga 1. dok/tangkapanlayar

Selisih PSM dengan zona merah hanya terpaut lima poin, situasi yang jelas belum aman.

Di sisi lain, kemenangan di Parepare mengangkat Persita ke posisi keenam dengan koleksi 38 poin, memperbesar peluang mereka bersaing di papan atas.

Dengan kompetisi yang masih menyisakan sejumlah laga krusial, tekanan kini sepenuhnya berada di pundak PSM Makassar.

Jika tren negatif tak segera dihentikan, ancaman degradasi bukan lagi sekadar bayang-bayang, melainkan kenyataan yang bisa menghantui di akhir musim.

SulawesiPos.com — Parepare – Kekalahan telak PSM Makassar dari Persita Tangerang dengan skor 2-4 dalam lanjutan pekan ke-24 Liga 1 Indonesia berbuntut panjang.

Laga yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3/2026) malam, diwarnai aksi kekecewaan suporter yang turun langsung ke lapangan usai pertandingan berakhir.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, PSM justru gagal memanfaatkan keuntungan kandang.

Tim berjuluk Juku Eja harus mengakui keunggulan Persita setelah kebobolan empat gol dalam duel sengit tersebut.

Kekalahan ini semakin mempertegas rapuhnya lini pertahanan Pasukan Ramang dalam beberapa laga terakhir.

Tren Negatif Berlanjut

Hasil ini memperpanjang periode sulit PSM. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka menelan empat kekalahan dan satu hasil imbang.

Sebelum takluk dari Persita, PSM juga dipaksa menyerah oleh Persebaya, Persija Jakarta, serta Dewa United.

Rangkaian hasil minor tersebut membuat posisi PSM di papan bawah klasemen semakin terancam dan membuka potensi masuk ke zona degradasi jika tidak segera bangkit.

BACA JUGA: 
Comeback Gila! Dewa United Bungkam Madura United 2-1, Ricky Kambuaya Jadi Mimpi Buruk Laskar Sape Kerrab

Suporter Turun ke Lapangan

Berdasarkan pantauan wartawan Sulawesipos.com di stadion, sejumlah suporter tampak melompati pagar pembatas dan memasuki area lapangan.

Mereka mendatangi pemain, pelatih, serta ofisial tim untuk menyampaikan kekecewaan atas performa yang dinilai tak kunjung membaik.

Petugas keamanan dan steward bergerak cepat mengamankan situasi.

Meski sempat memanas, kondisi berangsur terkendali tanpa laporan korban serius.

Asap terlihat mengepul di sekitar area gawang, diduga berasal dari flare yang dinyalakan oknum suporter sehingga suasana stadion semakin tegang.

Insiden ini berpotensi menyeret PSM pada ancaman sanksi dari operator kompetisi.

Regulasi Liga 1 secara tegas melarang suporter memasuki lapangan karena membahayakan keselamatan pemain dan perangkat pertandingan.

PSM Kian Tertekan di Papan Bawah

Secara klasemen, kekalahan 2-4 ini membuat PSM tertahan di peringkat ke-13 dengan 23 poin dari 24 pertandingan.

Mereka mencetak 26 gol dan telah kebobolan 31 kali sepanjang musim ini.

Persaingan papan bawah pun semakin ketat.

BACA JUGA: 
9 Laga Kandang PSM di BJ Habibie, Rata-rata Penonton Tak Sampai 4 Ribu

Di bawah PSM terdapat Madura United (20 poin), Persijap Jepara (19 poin), PSBS Biak (18 poin), Persis Solo (16 poin), dan Semen Padang (16 poin).

Screenshot_20260303_053524_Flashscore
Klasemen Sementara PSM Makassar di BRI Liga 1. dok/tangkapanlayar

Selisih PSM dengan zona merah hanya terpaut lima poin, situasi yang jelas belum aman.

Di sisi lain, kemenangan di Parepare mengangkat Persita ke posisi keenam dengan koleksi 38 poin, memperbesar peluang mereka bersaing di papan atas.

Dengan kompetisi yang masih menyisakan sejumlah laga krusial, tekanan kini sepenuhnya berada di pundak PSM Makassar.

Jika tren negatif tak segera dihentikan, ancaman degradasi bukan lagi sekadar bayang-bayang, melainkan kenyataan yang bisa menghantui di akhir musim.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru