Sains nuklir tidak hanya berhubungan dengan pembangkit listrik, tetapi juga digunakan dalam radioterapi kanker, produksi radioisotop medis, sterilisasi peralatan kesehatan, pengendalian hama pertanian, pengawetan pangan, pengelolaan air, penelitian material, dan pemantauan perubahan lingkungan.
Karena teknologi nuklir mengandung manfaat besar sekaligus risiko serius, pendidikan bidang tersebut harus selalu dibarengi budaya keselamatan, keamanan bahan radioaktif, tanggung jawab etik, pengawasan regulasi, dan komitmen terhadap pemanfaatan damai.
Keberhasilan Arab Saudi di Jeddah karena itu bukan sekadar kemenangan medali, melainkan gambaran tentang perubahan orientasi pembangunan negara tersebut dari ketergantungan terhadap minyak menuju ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia sebagaimana diarahkan dalam Visi Saudi 2030.
Prestasi para pelajar tersebut sekaligus menyampaikan pesan bahwa masa depan sains nuklir tidak semestinya dibayangi ketakutan terhadap kehancuran, tetapi harus diarahkan untuk menyembuhkan penyakit, menyediakan energi, memperkuat ketahanan pangan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia. *(Ali)*

