Keberhasilan Amjad Al-Darwish menjadi juara umum memperlihatkan keseimbangan antara pemahaman konseptual dan keterampilan laboratorium karena gelar Duta Sains Nuklir diberikan berdasarkan nilai gabungan tertinggi pada kedua bentuk ujian.
Pencapaian Jana Al-Sabil juga memiliki makna penting bagi partisipasi perempuan dalam ilmu nuklir karena penghargaan khusus tersebut dirancang untuk mengakui keunggulan pelajar perempuan dan mendorong semakin banyak generasi muda memasuki bidang sains berteknologi tinggi.
Sekretaris Jenderal Yayasan Raja Abdulaziz dan Para Sahabatnya untuk Bakat dan Kreativitas atau Mawhiba, Abdulaziz bin Saleh Al-Kraideis, mengatakan hasil tersebut mencerminkan investasi jangka panjang Arab Saudi dalam menemukan, membina, dan mempersiapkan pelajar berbakat agar mampu bersaing pada tingkat internasional.
Menurut Al-Kraideis, prestasi itu lahir dari pelatihan ilmiah intensif yang dilaksanakan Mawhiba bersama Kementerian Pendidikan Arab Saudi, terutama dalam penguasaan sains nuklir, penalaran analitis, penyelesaian masalah kompleks, dan latihan menghadapi kompetisi global.
Program Olimpiade Internasional Mawhiba memang menerapkan jalur pembinaan berjenjang, mulai dari seleksi nasional, kamp pelatihan elite, ujian penyaringan, hingga pelatihan intensif selama puluhan hari bersama tenaga ahli lokal dan internasional.
Jeddah Mencetak Sejarah Asia Barat
INSO 2026 menjadi peristiwa bersejarah karena merupakan penyelenggaraan pertama Olimpiade Sains Nuklir Internasional di kawasan Asia Barat sejak kompetisi tersebut dimulai pada 2024.
Olimpiade yang mengusung tema “Pikiran Cemerlang untuk Masa Depan Menjanjikan” itu diselenggarakan bersama oleh Kementerian Pendidikan Arab Saudi, Mawhiba, King Abdullah City for Atomic and Renewable Energy, dan Universitas King Abdulaziz.
Upacara penutupan berlangsung di Aula Konferensi King Faisal, Jeddah, dengan menampilkan perjalanan olimpiade sejak pembentukannya, pengumuman hasil kompetisi, dan penyerahan penghargaan kepada para pemenang.
Presiden INSO Dr. Maya Al-Azri mengapresiasi penyelenggaraan di Jeddah karena koordinasi pemerintah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, panitia ilmiah, dan sukarelawan memungkinkan perlombaan berlangsung sesuai standar internasional.
Selain ujian akademik, para peserta dan pemimpin delegasi mengikuti kegiatan budaya untuk mengenal sejarah, warisan peradaban, dan keragaman masyarakat Arab Saudi sehingga olimpiade juga berfungsi sebagai ruang pertukaran pengetahuan antarbangsa.
Pada penghujung acara, Arab Saudi menyerahkan bendera penyelenggaraan kepada Pakistan yang dijadwalkan menjadi tuan rumah INSO edisi keempat pada 2027.
Dari Kompetisi Pelajar Menuju Teknologi Penyelamat Kehidupan
Olimpiade Sains Nuklir Internasional pertama kali diselenggarakan di Filipina pada 2024 dengan dukungan IAEA untuk menumbuhkan minat pelajar sekolah menengah terhadap ilmu nuklir dan berbagai penerapannya bagi tujuan damai.

