DPR Apresiasi Program Magang Nasional, Ingatkan Pentingnya Serapan Tenaga Kerja

SulawesiPos.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurutnya, program ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapan kerja generasi muda Indonesia

“Kita tentu mengapresiasi program magang nasional ini. Ini program konkret yang memberikan pengalaman, keterampilan, bahkan membuka harapan baru bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja,” ujar Netty dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Netty menyebut program magang tersebut telah menjangkau sekitar 100 ribu peserta.

Ia menilai capaian ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memperluas akses pelatihan kerja bagi lulusan dengan latar belakang pendidikan yang beragam.

Selain memberikan pengalaman kerja langsung, program ini juga membuka peluang lintas sektor bagi para peserta.

Meski mengapresiasi, Netty mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta semata.

Menurutnya, indikator utama yang harus diperhatikan adalah sejauh mana peserta magang dapat terserap ke dunia kerja setelah program selesai.

BACA JUGA: 
Ini Tanggapan DPR dan Pemerintah Soal Hasil Penilaian Moody’s yang Beri Outlook Negatif

“Tapi yang ingin kita lihat adalah outcome-nya, seberapa besar mereka terserap sebagai tenaga kerja setelah program ini selesai,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa tanpa ukuran berbasis hasil, efektivitas program akan sulit dinilai secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Netty mendorong Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyusun peta penyerapan tenaga kerja dari peserta magang.

Pemetaan ini dinilai penting untuk mengetahui sektor mana yang paling mampu menyerap tenaga kerja, sekaligus menjadi dasar evaluasi dan perumusan kebijakan ke depan.

“Kita perlu peta yang jelas, peserta magang ini setelah selesai ke mana, bekerja di sektor apa, dan berapa persen yang benar-benar menjadi pekerja tetap,” tegas Legislator Fraksi PKS itu.

Magang Harus Jadi Jembatan ke Dunia Kerja

Netty juga menekankan pentingnya kesinambungan antara pelatihan dan penempatan kerja. Ia berharap program magang tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi benar-benar menjadi jembatan menuju pekerjaan.

“Magang ini harus menjadi jembatan yang nyata menuju pekerjaan. Jangan sampai berhenti hanya sebagai program pelatihan tanpa kelanjutan,” katanya.

BACA JUGA: 
Komisi IX Ingatkan Dewas BPJS Baru: Pengawasan Harus Kuat, Independen, dan Profesional

Ia menambahkan, Komisi IX DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin program ini tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurutnya, program ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapan kerja generasi muda Indonesia

“Kita tentu mengapresiasi program magang nasional ini. Ini program konkret yang memberikan pengalaman, keterampilan, bahkan membuka harapan baru bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja,” ujar Netty dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Netty menyebut program magang tersebut telah menjangkau sekitar 100 ribu peserta.

Ia menilai capaian ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memperluas akses pelatihan kerja bagi lulusan dengan latar belakang pendidikan yang beragam.

Selain memberikan pengalaman kerja langsung, program ini juga membuka peluang lintas sektor bagi para peserta.

Meski mengapresiasi, Netty mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta semata.

Menurutnya, indikator utama yang harus diperhatikan adalah sejauh mana peserta magang dapat terserap ke dunia kerja setelah program selesai.

BACA JUGA: 
Ratusan Pelanggaran THR Terungkap, DPR Nilai Pengawasan Lemah dan Dorong Sanksi Pidana

“Tapi yang ingin kita lihat adalah outcome-nya, seberapa besar mereka terserap sebagai tenaga kerja setelah program ini selesai,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa tanpa ukuran berbasis hasil, efektivitas program akan sulit dinilai secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Netty mendorong Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyusun peta penyerapan tenaga kerja dari peserta magang.

Pemetaan ini dinilai penting untuk mengetahui sektor mana yang paling mampu menyerap tenaga kerja, sekaligus menjadi dasar evaluasi dan perumusan kebijakan ke depan.

“Kita perlu peta yang jelas, peserta magang ini setelah selesai ke mana, bekerja di sektor apa, dan berapa persen yang benar-benar menjadi pekerja tetap,” tegas Legislator Fraksi PKS itu.

Magang Harus Jadi Jembatan ke Dunia Kerja

Netty juga menekankan pentingnya kesinambungan antara pelatihan dan penempatan kerja. Ia berharap program magang tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi benar-benar menjadi jembatan menuju pekerjaan.

“Magang ini harus menjadi jembatan yang nyata menuju pekerjaan. Jangan sampai berhenti hanya sebagai program pelatihan tanpa kelanjutan,” katanya.

BACA JUGA: 
Anggota Komisi IX Apresiasi Bonus Hari Raya Ojol, Dorong Perbaikan Agar Lebih Berkeadilan

Ia menambahkan, Komisi IX DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin program ini tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru