Harga Minyak Naik, Pemerintah Siapkan Skema WFH Seminggu Sekali Mulai Usai Lebaran

SulawesiPos.com – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi energi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini dirancang merespons kenaikan harga minyak global yang berdampak pada konsumsi energi dalam negeri.

“Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, dalam satu hari dalam lima hari kerja,” ujar Airlangga.

Berlaku untuk ASN hingga Swasta

Kebijakan WFH tidak hanya akan diterapkan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan diikuti sektor swasta serta pemerintah daerah.

Langkah ini diambil agar dampak penghematan energi bisa lebih luas dan signifikan secara nasional.

Menurut Airlangga, kontribusi terbesar penghematan berasal dari berkurangnya mobilitas harian pekerja yang selama ini menyumbang konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Meski telah direncanakan, pemerintah masih menyusun skema teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.

BACA JUGA: 
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Akan Evaluasi APBN

“Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda,” ujarnya.

Detail terkait mekanisme pelaksanaan, termasuk sektor prioritas dan pengaturan jadwal, akan diumumkan setelah kajian selesai.

Ditargetkan Berlaku Pasca Lebaran

Airlangga memastikan kebijakan WFH akan mulai diterapkan setelah Lebaran 2026, meski waktu pasti pelaksanaannya masih menunggu finalisasi konsep.

“Semuanya kita sedang siapkan lagi. Nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail,” katanya.

“(WFH) pasca Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” pungkas Airlangga.

SulawesiPos.com – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi energi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini dirancang merespons kenaikan harga minyak global yang berdampak pada konsumsi energi dalam negeri.

“Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, dalam satu hari dalam lima hari kerja,” ujar Airlangga.

Berlaku untuk ASN hingga Swasta

Kebijakan WFH tidak hanya akan diterapkan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan diikuti sektor swasta serta pemerintah daerah.

Langkah ini diambil agar dampak penghematan energi bisa lebih luas dan signifikan secara nasional.

Menurut Airlangga, kontribusi terbesar penghematan berasal dari berkurangnya mobilitas harian pekerja yang selama ini menyumbang konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Meski telah direncanakan, pemerintah masih menyusun skema teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.

BACA JUGA: 
KPK Panggil Eks Direktur Pertamina Chrisna Damayanto, Bakal Reuni dengan Anak di Penjara?

“Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda,” ujarnya.

Detail terkait mekanisme pelaksanaan, termasuk sektor prioritas dan pengaturan jadwal, akan diumumkan setelah kajian selesai.

Ditargetkan Berlaku Pasca Lebaran

Airlangga memastikan kebijakan WFH akan mulai diterapkan setelah Lebaran 2026, meski waktu pasti pelaksanaannya masih menunggu finalisasi konsep.

“Semuanya kita sedang siapkan lagi. Nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail,” katanya.

“(WFH) pasca Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” pungkas Airlangga.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru