Singgung Tragedi Bantargebang, DPR Desak Pemerintah Siapkan Strategi Darurat Antisipasi Lonjakan Sampah Pasca Lebaran

SulawesiPos.com – Anggota Komisi XII DPR RI, Elpisina, mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah darurat untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah setelah Lebaran.

Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berpotensi memicu peningkatan drastis sampah rumah tangga yang dapat membebani kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA).

“Tragedi Bantargebang yang menewaskan tujuh orang harus menjadi pelajaran serius. Jangan sampai ada lagi korban akibat pengelolaan sampah yang tidak tertangani dengan baik. Pemerintah harus menyiapkan strategi darurat untuk mengantisipasi lonjakan sampah Lebaran ini,” ujar Elpisina dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Tragedi Bantargebang Jadi Peringatan

Elpisina menilai lonjakan sampah musiman tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan rutin.

Ia menyinggung tragedi longsor gunungan sampah di TPA Bantargebang yang menewaskan tujuh orang sebagai peringatan serius bagi sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

“Tragedi Bantargebang adalah cermin kedaruratan pengelolaan sampah di tanah air. Jakarta sebagai pusat ekonomi ternyata belum mempunyai manajemen pengelolaan sampah yang mumpuni, apalagi wilayah lain,” ujar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Baca Juga: 
Hinca Panjaitan Desak Kapolri Bertindak Tegas atas Rentetan Kasus Polisi

Ia menilai ketergantungan pada TPA sebagai solusi utama penanganan sampah sudah tidak lagi memadai.

Tanpa reformasi tata kelola yang cepat, penumpukan sampah berpotensi memicu risiko bencana lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.

“TPA tidak boleh lagi menjadi satu-satunya solusi. Kita butuh langkah nyata, mulai dari peningkatan kapasitas pengangkutan hingga optimalisasi pengolahan sampah di tingkat daerah. Reformasi tata kelola sampah dari hulu ke hilir sudah harga mati,” tegasnya.

Dorong Koordinasi Pusat dan Daerah

Elpisina juga meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi untuk meningkatkan sistem pemilahan dan pengolahan sampah modern di sumbernya.

Langkah tersebut dinilai penting agar beban TPA tidak mencapai titik kritis ketika terjadi puncak lonjakan sampah setelah Lebaran.

“Pemerintah harus bergerak cepat. Lakukan koordinasi lintas sektor agar lonjakan sampah pasca Lebaran ini dapat ditangani secara berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak lingkungan apalagi korban jiwa di kemudian hari,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Anggota Komisi XII DPR RI, Elpisina, mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah darurat untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah setelah Lebaran.

Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berpotensi memicu peningkatan drastis sampah rumah tangga yang dapat membebani kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA).

“Tragedi Bantargebang yang menewaskan tujuh orang harus menjadi pelajaran serius. Jangan sampai ada lagi korban akibat pengelolaan sampah yang tidak tertangani dengan baik. Pemerintah harus menyiapkan strategi darurat untuk mengantisipasi lonjakan sampah Lebaran ini,” ujar Elpisina dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Tragedi Bantargebang Jadi Peringatan

Elpisina menilai lonjakan sampah musiman tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan rutin.

Ia menyinggung tragedi longsor gunungan sampah di TPA Bantargebang yang menewaskan tujuh orang sebagai peringatan serius bagi sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

“Tragedi Bantargebang adalah cermin kedaruratan pengelolaan sampah di tanah air. Jakarta sebagai pusat ekonomi ternyata belum mempunyai manajemen pengelolaan sampah yang mumpuni, apalagi wilayah lain,” ujar politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Baca Juga: 
TB Hasanuddin: TNI Harus Transparan Jelaskan Status Siaga 1 ke Publik

Ia menilai ketergantungan pada TPA sebagai solusi utama penanganan sampah sudah tidak lagi memadai.

Tanpa reformasi tata kelola yang cepat, penumpukan sampah berpotensi memicu risiko bencana lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat.

“TPA tidak boleh lagi menjadi satu-satunya solusi. Kita butuh langkah nyata, mulai dari peningkatan kapasitas pengangkutan hingga optimalisasi pengolahan sampah di tingkat daerah. Reformasi tata kelola sampah dari hulu ke hilir sudah harga mati,” tegasnya.

Dorong Koordinasi Pusat dan Daerah

Elpisina juga meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi untuk meningkatkan sistem pemilahan dan pengolahan sampah modern di sumbernya.

Langkah tersebut dinilai penting agar beban TPA tidak mencapai titik kritis ketika terjadi puncak lonjakan sampah setelah Lebaran.

“Pemerintah harus bergerak cepat. Lakukan koordinasi lintas sektor agar lonjakan sampah pasca Lebaran ini dapat ditangani secara berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak lingkungan apalagi korban jiwa di kemudian hari,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru