24 C
Makassar
6 February 2026, 19:14 PM WITA

Putra Nababan Soroti Jutaan Anak Indonesia Belum Rutin Minum Susu, Sebut Tanggung Jawab Bersama

“Padahal Presiden minta minum susu. Lalu kita justifikasi seminggu dua kali supaya statistiknya bagus. Itu namanya statistik bohong. Faktanya, mereka tidak minum susu,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong Kementerian Perindustrian untuk memiliki target yang lebih konkret dalam meningkatkan konsumsi susu nasional.

Selain itu, kementerian diminta mengoordinasikan pelaku industri agar berperan aktif menjangkau anak-anak yang belum memperoleh asupan gizi memadai.

“Apa tanggung jawab perindustrian? Di sini kuncinya. Kumpulkan swasta. Di tengah kecanggihan produksi industri susu, masih ada jutaan anak-anak yang tidak bisa minum susu. Ini harus kita pandang dengan hati, bukan hanya dengan kepala,” ungkapnya.

Putra menambahkan, peningkatan konsumsi susu harus menjadi bagian dari pembangunan industri pangan berbasis gizi yang berdaya saing dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab persoalan mendasar pemenuhan gizi anak Indonesia.

“Saya ingin membuka hati kita semua. Di tengah pabrik yang hebat ini, masih ada jutaan anak yang tidak bisa minum susu,” pungkas Putra Nababan.

Baca Juga: 
Profil Syaharuddin Alrif, Ketua DPW NasDem Sulsel yang Baru

“Padahal Presiden minta minum susu. Lalu kita justifikasi seminggu dua kali supaya statistiknya bagus. Itu namanya statistik bohong. Faktanya, mereka tidak minum susu,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong Kementerian Perindustrian untuk memiliki target yang lebih konkret dalam meningkatkan konsumsi susu nasional.

Selain itu, kementerian diminta mengoordinasikan pelaku industri agar berperan aktif menjangkau anak-anak yang belum memperoleh asupan gizi memadai.

“Apa tanggung jawab perindustrian? Di sini kuncinya. Kumpulkan swasta. Di tengah kecanggihan produksi industri susu, masih ada jutaan anak-anak yang tidak bisa minum susu. Ini harus kita pandang dengan hati, bukan hanya dengan kepala,” ungkapnya.

Putra menambahkan, peningkatan konsumsi susu harus menjadi bagian dari pembangunan industri pangan berbasis gizi yang berdaya saing dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab persoalan mendasar pemenuhan gizi anak Indonesia.

“Saya ingin membuka hati kita semua. Di tengah pabrik yang hebat ini, masih ada jutaan anak yang tidak bisa minum susu,” pungkas Putra Nababan.

Baca Juga: 
Anggota Komisi VII DPR Nilai Hilirisasi Industri Karet Belum Optimal, Petani Belum Rasakan Manfaat Maksimal

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/