Direktur Eksekutif Aljabar Strategic: Pilkada via DPRD Berisiko Picu Konflik Destruktif dan Krisis Legitimasi

Pemindahan episentrum konflik ke jantung kekuasaan daerah hanya akan memperpanjang krisis legitimasi yang akhirnya memaksa intervensi pusat.

“Pilkada via DPRD bukan menghilangkan konflik, tetapi memindahkan episentrum konflik ke jantung kekuasaan daerah. Jika sejarah diabaikan, negara berisiko mengulang siklus konflik lama dengan ongkos sosial yang jauh lebih mahal,” pungkas Arifki sebagai peringatan bagi para pembuat kebijakan.

BACA JUGA: 
Partai Gerindra Dukung Pilkada Melalui DPRD, Sekjen: Lebih Efisien

Pemindahan episentrum konflik ke jantung kekuasaan daerah hanya akan memperpanjang krisis legitimasi yang akhirnya memaksa intervensi pusat.

“Pilkada via DPRD bukan menghilangkan konflik, tetapi memindahkan episentrum konflik ke jantung kekuasaan daerah. Jika sejarah diabaikan, negara berisiko mengulang siklus konflik lama dengan ongkos sosial yang jauh lebih mahal,” pungkas Arifki sebagai peringatan bagi para pembuat kebijakan.

BACA JUGA: 
Hari Ini! PDIP Bakal Umumkan Sikap Politik Strategis, Nasib Pilkada dan Arah Perjuangan Jadi Sorotan Utama

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru