Singa Atlas Maroko Mengaum di Piala Dunia 2026: Dari Menahan Brasil hingga Menyingkirkan Belanda dengan Drama Adu Penalti

SulawesiPos.com – Perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 berubah menjadi salah satu kisah paling menonjol di turnamen ini setelah wakil Afrika Utara itu melaju ke babak 16 besar lewat rangkaian hasil kuat sejak fase grup. Maroko membuka langkah dengan menahan Brasil 1-1, lalu mengalahkan Skotlandia 1-0, menutup grup dengan kemenangan 4-2 atas Haiti, dan terakhir menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada Senin, 29 Juni 2026.

Rangkaian hasil itu membawa Maroko finis sebagai runner-up Grup C dengan tujuh poin, hanya terpaut posisi dari Brasil, sebelum membuktikan kapasitas mereka lagi di fase gugur. Tidak hanya lolos, Maroko juga menunjukkan pola permainan yang sulit dipatahkan: disiplin saat bertahan, efektif saat menyerang, dan mampu bertahan hidup ketika pertandingan masuk ke titik paling menegangkan.

Fondasi Itu Dibangun Sejak Laga Perdana

Maroko langsung memberi sinyal bahwa mereka tidak datang sekadar numpang lewat ketika menahan Brasil 1-1 pada laga pembuka Grup C di East Rutherford, New Jersey, 13 Juni 2026. Hasil itu penting bukan hanya karena diraih atas salah satu favorit juara, tetapi juga karena memperlihatkan ketenangan Maroko menghadapi tekanan tim besar. Ismael Saibari mencetak gol untuk Maroko, sebelum Brasil membalas melalui Vinicius Junior.

Empat hari kemudian, Maroko menjaga momentumnya saat menghadapi Skotlandia di Foxborough. Kemenangan 1-0 lahir lewat gol Ismael Saibari hanya 71 detik setelah kick-off, yang kemudian tercatat sebagai gol tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Hasil itu membuat Maroko mengumpulkan empat poin dari dua laga dan menempatkan mereka sangat dekat dengan tiket ke fase gugur.

BACA JUGA:  Australia Kejutkan Turki 2-0 di Laga Perdana Grup D Piala Dunia 2026

Pada laga terakhir grup, Maroko menuntaskan tugas dengan kemenangan 4-2 atas Haiti di Atlanta, 24 Juni 2026. Laga itu tidak sepenuhnya mudah karena Haiti sempat memberi perlawanan dan mencetak dua gol, tetapi Maroko tetap mampu menjaga kontrol pertandingan. Achraf Hakimi, Ismael Saibari, Soufiane Rahimi, dan Yassine sama-sama mencatatkan nama di papan skor. Kemenangan tersebut memastikan Maroko menutup fase grup dengan tujuh poin dan produktivitas gol yang solid.

Saibari, Hakimi, dan Nafas Panjang Maroko

Salah satu benang merah perjalanan Maroko adalah konsistensi Ismael Saibari. Gelandang serang itu mencetak gol saat melawan Brasil, menjadi pembeda saat menghadapi Skotlandia, lalu kembali menjebol gawang Haiti. Produktivitas itu membuat Saibari menjadi salah satu wajah utama perjalanan Maroko di turnamen ini.

Di sisi lain, Achraf Hakimi tetap menjadi motor permainan dari area sayap dan memberi pengaruh besar dalam fase menyerang maupun transisi. Maroko juga terlihat punya kedalaman skuad yang cukup sehat. Ketika pertandingan menuntut respons berbeda, mereka masih mampu menemukan jalan lewat pergantian pemain, intensitas lari, dan organisasi bertahan yang tetap rapat.

Namun kualitas terbesar Maroko sejauh ini bukan cuma soal gol atau nama besar pemainnya. Tim ini berulang kali menunjukkan kematangan menghadapi situasi sulit. Mereka bisa tetap tenang saat ditekan Brasil, sanggup menjaga keunggulan tipis atas Skotlandia, bisa merespons duel terbuka melawan Haiti, dan mampu bertahan secara mental saat Belanda nyaris mengakhiri perjalanan mereka di fase gugur.

Malam Dramatis Saat Menyingkirkan Belanda

Puncak paling emosional dari perjalanan Maroko sejauh ini datang pada babak 32 besar melawan Belanda di Monterrey, Meksiko, 29 Juni 2026. Dalam pertandingan yang keras dan penuh tensi, Belanda sempat unggul lebih dulu lewat Cody Gakpo pada menit ke-72. Dalam posisi tertinggal dan waktu yang terus menipis, Maroko tidak runtuh.

BACA JUGA:  Spanyol Ditahan Tanjung Verde 0-0, Debut Lamine Yamal Belum Mampu Pecah Kebuntuan

Tekanan terus mereka bangun sampai akhirnya Issa Diop mencetak gol penyama pada masa injury time. Gol itu memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan mengubah arah psikologis laga. Belanda yang semula hanya tinggal menunggu peluit akhir mendadak harus bertarung lagi, sementara Maroko justru mendapat suntikan energi besar.

Setelah tidak ada gol tambahan dalam extra time, pertandingan ditentukan lewat adu penalti. Pada fase inilah ketahanan mental Maroko kembali terlihat. Meski tensinya sangat tinggi dan beberapa eksekusi berjalan di bawah tekanan besar, Maroko mampu keluar sebagai pemenang 3-2. Ismael Saibari menjadi penendang penentu, sekaligus menutup malam dramatis yang mengantar Singa Atlas ke 16 besar.

Menuju Tantangan Berikutnya

Kelolosan ke babak 16 besar membuat Maroko kembali menegaskan diri sebagai salah satu tim paling merepotkan di Piala Dunia 2026. Perjalanan mereka sejauh ini dibangun bukan oleh satu pertandingan besar saja, melainkan oleh rangkaian performa yang konsisten sejak fase grup. Menahan Brasil, menang cepat atas Skotlandia, menuntaskan laga penting melawan Haiti, lalu menghabisi Belanda di fase gugur menjadi paket lengkap yang menunjukkan Maroko datang dengan identitas yang jelas.

Kini Maroko dijadwalkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar. Dengan modal tujuh poin di fase grup, produktivitas gol yang terjaga, serta keberanian untuk bertahan hingga detik terakhir seperti saat melawan Belanda, Maroko memasuki fase berikutnya dengan legitimasi penuh sebagai tim yang bukan lagi sekadar kuda hitam, melainkan ancaman nyata di Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Ismael Saibari Gelandang Lulusan Liga Belanda yang Memupus Mimpi Tim Oranye, Bayern Gerak Cepat Kontrak 7 Tahun

Data prestasi Maroko selama Piala Dunia:

Prestasi historis Maroko di Piala Dunia
– Jumlah tampil di Piala Dunia: 7 edisi
– Tahun partisipasi: 1970, 1986, 1994, 1998, 2018, 2022, 2026
– Prestasi terbaik: peringkat 4 pada Piala Dunia 2022
– Catatan bersejarah: tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada 2022
– Catatan penting lain: menjadi tim Afrika pertama yang menjuarai grup Piala Dunia pada 1986
– Jumlah gelar juara Piala Dunia: 0

Prestasi Maroko di Piala Dunia 2026 sejauh 30 Juni 2026
– Lolos dari fase grup Grup C
– Hasil fase grup:
– Maroko 1-1 Brasil
– Maroko 1-0 Skotlandia
– Maroko 4-2 Haiti
– Poin fase grup: 7 poin
– Status fase grup: lolos ke babak 32 besar
– Prestasi fase gugur sejauh ini: lolos ke 16 besar
– Hasil babak 32 besar: Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah imbang 1-1 sampai 120 menit

Catatan individu penting Maroko di Piala Dunia 2026
– Ismael Saibari menjadi salah satu pemain paling menonjol Maroko
– Saibari mencetak gol saat melawan Brasil
– Saibari mencetak gol kemenangan cepat saat melawan Skotlandia
– Saibari juga menjadi penentu kemenangan adu penalti saat lawan Belanda
– Maroko juga mencatat kemenangan besar 4-2 atas Haiti di fase grup

SulawesiPos.com – Perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 berubah menjadi salah satu kisah paling menonjol di turnamen ini setelah wakil Afrika Utara itu melaju ke babak 16 besar lewat rangkaian hasil kuat sejak fase grup. Maroko membuka langkah dengan menahan Brasil 1-1, lalu mengalahkan Skotlandia 1-0, menutup grup dengan kemenangan 4-2 atas Haiti, dan terakhir menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada Senin, 29 Juni 2026.

Rangkaian hasil itu membawa Maroko finis sebagai runner-up Grup C dengan tujuh poin, hanya terpaut posisi dari Brasil, sebelum membuktikan kapasitas mereka lagi di fase gugur. Tidak hanya lolos, Maroko juga menunjukkan pola permainan yang sulit dipatahkan: disiplin saat bertahan, efektif saat menyerang, dan mampu bertahan hidup ketika pertandingan masuk ke titik paling menegangkan.

Fondasi Itu Dibangun Sejak Laga Perdana

Maroko langsung memberi sinyal bahwa mereka tidak datang sekadar numpang lewat ketika menahan Brasil 1-1 pada laga pembuka Grup C di East Rutherford, New Jersey, 13 Juni 2026. Hasil itu penting bukan hanya karena diraih atas salah satu favorit juara, tetapi juga karena memperlihatkan ketenangan Maroko menghadapi tekanan tim besar. Ismael Saibari mencetak gol untuk Maroko, sebelum Brasil membalas melalui Vinicius Junior.

Empat hari kemudian, Maroko menjaga momentumnya saat menghadapi Skotlandia di Foxborough. Kemenangan 1-0 lahir lewat gol Ismael Saibari hanya 71 detik setelah kick-off, yang kemudian tercatat sebagai gol tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Hasil itu membuat Maroko mengumpulkan empat poin dari dua laga dan menempatkan mereka sangat dekat dengan tiket ke fase gugur.

BACA JUGA:  Maroko Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti Dramatis, Atlas Lions ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Pada laga terakhir grup, Maroko menuntaskan tugas dengan kemenangan 4-2 atas Haiti di Atlanta, 24 Juni 2026. Laga itu tidak sepenuhnya mudah karena Haiti sempat memberi perlawanan dan mencetak dua gol, tetapi Maroko tetap mampu menjaga kontrol pertandingan. Achraf Hakimi, Ismael Saibari, Soufiane Rahimi, dan Yassine sama-sama mencatatkan nama di papan skor. Kemenangan tersebut memastikan Maroko menutup fase grup dengan tujuh poin dan produktivitas gol yang solid.

Saibari, Hakimi, dan Nafas Panjang Maroko

Salah satu benang merah perjalanan Maroko adalah konsistensi Ismael Saibari. Gelandang serang itu mencetak gol saat melawan Brasil, menjadi pembeda saat menghadapi Skotlandia, lalu kembali menjebol gawang Haiti. Produktivitas itu membuat Saibari menjadi salah satu wajah utama perjalanan Maroko di turnamen ini.

Di sisi lain, Achraf Hakimi tetap menjadi motor permainan dari area sayap dan memberi pengaruh besar dalam fase menyerang maupun transisi. Maroko juga terlihat punya kedalaman skuad yang cukup sehat. Ketika pertandingan menuntut respons berbeda, mereka masih mampu menemukan jalan lewat pergantian pemain, intensitas lari, dan organisasi bertahan yang tetap rapat.

Namun kualitas terbesar Maroko sejauh ini bukan cuma soal gol atau nama besar pemainnya. Tim ini berulang kali menunjukkan kematangan menghadapi situasi sulit. Mereka bisa tetap tenang saat ditekan Brasil, sanggup menjaga keunggulan tipis atas Skotlandia, bisa merespons duel terbuka melawan Haiti, dan mampu bertahan secara mental saat Belanda nyaris mengakhiri perjalanan mereka di fase gugur.

Malam Dramatis Saat Menyingkirkan Belanda

Puncak paling emosional dari perjalanan Maroko sejauh ini datang pada babak 32 besar melawan Belanda di Monterrey, Meksiko, 29 Juni 2026. Dalam pertandingan yang keras dan penuh tensi, Belanda sempat unggul lebih dulu lewat Cody Gakpo pada menit ke-72. Dalam posisi tertinggal dan waktu yang terus menipis, Maroko tidak runtuh.

BACA JUGA:  Brazil vs Maroko 1-1, Vinicius Jr Selamatkan Selecao di Laga Dramatis Grup C Piala Dunia 2026

Tekanan terus mereka bangun sampai akhirnya Issa Diop mencetak gol penyama pada masa injury time. Gol itu memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan mengubah arah psikologis laga. Belanda yang semula hanya tinggal menunggu peluit akhir mendadak harus bertarung lagi, sementara Maroko justru mendapat suntikan energi besar.

Setelah tidak ada gol tambahan dalam extra time, pertandingan ditentukan lewat adu penalti. Pada fase inilah ketahanan mental Maroko kembali terlihat. Meski tensinya sangat tinggi dan beberapa eksekusi berjalan di bawah tekanan besar, Maroko mampu keluar sebagai pemenang 3-2. Ismael Saibari menjadi penendang penentu, sekaligus menutup malam dramatis yang mengantar Singa Atlas ke 16 besar.

Menuju Tantangan Berikutnya

Kelolosan ke babak 16 besar membuat Maroko kembali menegaskan diri sebagai salah satu tim paling merepotkan di Piala Dunia 2026. Perjalanan mereka sejauh ini dibangun bukan oleh satu pertandingan besar saja, melainkan oleh rangkaian performa yang konsisten sejak fase grup. Menahan Brasil, menang cepat atas Skotlandia, menuntaskan laga penting melawan Haiti, lalu menghabisi Belanda di fase gugur menjadi paket lengkap yang menunjukkan Maroko datang dengan identitas yang jelas.

Kini Maroko dijadwalkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar. Dengan modal tujuh poin di fase grup, produktivitas gol yang terjaga, serta keberanian untuk bertahan hingga detik terakhir seperti saat melawan Belanda, Maroko memasuki fase berikutnya dengan legitimasi penuh sebagai tim yang bukan lagi sekadar kuda hitam, melainkan ancaman nyata di Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Ismael Saibari Gelandang Lulusan Liga Belanda yang Memupus Mimpi Tim Oranye, Bayern Gerak Cepat Kontrak 7 Tahun

Data prestasi Maroko selama Piala Dunia:

Prestasi historis Maroko di Piala Dunia
– Jumlah tampil di Piala Dunia: 7 edisi
– Tahun partisipasi: 1970, 1986, 1994, 1998, 2018, 2022, 2026
– Prestasi terbaik: peringkat 4 pada Piala Dunia 2022
– Catatan bersejarah: tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada 2022
– Catatan penting lain: menjadi tim Afrika pertama yang menjuarai grup Piala Dunia pada 1986
– Jumlah gelar juara Piala Dunia: 0

Prestasi Maroko di Piala Dunia 2026 sejauh 30 Juni 2026
– Lolos dari fase grup Grup C
– Hasil fase grup:
– Maroko 1-1 Brasil
– Maroko 1-0 Skotlandia
– Maroko 4-2 Haiti
– Poin fase grup: 7 poin
– Status fase grup: lolos ke babak 32 besar
– Prestasi fase gugur sejauh ini: lolos ke 16 besar
– Hasil babak 32 besar: Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah imbang 1-1 sampai 120 menit

Catatan individu penting Maroko di Piala Dunia 2026
– Ismael Saibari menjadi salah satu pemain paling menonjol Maroko
– Saibari mencetak gol saat melawan Brasil
– Saibari mencetak gol kemenangan cepat saat melawan Skotlandia
– Saibari juga menjadi penentu kemenangan adu penalti saat lawan Belanda
– Maroko juga mencatat kemenangan besar 4-2 atas Haiti di fase grup

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru