Mobil Terendam Genangan di Makassar? Jangan Langsung Nyalakan Mesin

SulawesiPos.com – Genangan di sejumlah ruas jalan Kota Makassar dapat mengganggu perjalanan dan membuat kendaraan terpapar air hingga ke bagian pentingnya. Ketika mobil terendam atau mesin mati setelah melewati genangan, keputusan untuk menyalakannya kembali perlu dipertimbangkan agar kerusakan tidak semakin parah.

Jalan AP Pettarani, Jalan Pendidikan, Jalan Mapala, hingga kawasan Paccerakkang termasuk lokasi yang pernah dilaporkan mengalami genangan dan gangguan lalu lintas.

Di sejumlah titik pada enam kecamatan Makassar, ketinggian air bahkan pernah dilaporkan mencapai rata-rata sekitar 50 sentimeter, meskipun kondisi setiap lokasi berbeda.

Mengapa Mesin Tidak Boleh Langsung Dinyalakan?

Salah satu risiko terbesar setelah kendaraan terendam adalah masuknya air melalui saluran udara hingga mencapai ruang bakar mesin.

Dalam kondisi normal, piston bergerak untuk memampatkan campuran udara dan bahan bakar, tetapi air dalam jumlah cukup besar dapat menghambat gerakannya karena sulit dimampatkan.

Gangguan tersebut dikenal sebagai hydrolock atau water hammer dan berpotensi merusak komponen internal mesin apabila pengemudi memaksakan mesin bekerja.

BACA JUGA:  Tanjung Bunga Kembali Disorot, Dugaan Lahan Bakar Sampah di Makassar Picu Kekhawatiran Polusi

Itulah sebabnya, mesin yang mati ketika mobil melewati genangan tidak boleh langsung dinyalakan kembali, terutama jika terdapat dugaan air telah masuk melalui saluran udara.

Dampak paparan air juga dapat menjangkau bagian lain, mulai dari sistem kelistrikan dan konektor elektronik hingga transmisi serta komponen pendukung kendaraan.

Meski begitu, terkena air tidak selalu berarti seluruh komponen mengalami kerusakan karena tingkat risikonya ditentukan oleh kedalaman air, durasi paparan, dan posisi bagian yang terdampak.

Langkah Setelah Mobil Terendam Genangan

Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas ketika kendaraan terjebak banjir, terlebih apabila air terus naik atau arusnya mulai membahayakan.

Begitu mesin mati setelah terkena air, hindari mencoba starter ulang meskipun bodi kendaraan masih terlihat normal atau sebelumnya mobil sempat bergerak.

Menguji apakah mesin masih bisa hidup justru berisiko memperparah kerusakan apabila air sudah mencapai ruang bakar atau bagian penting lainnya.

Langkah selanjutnya adalah meminta bantuan derek untuk membawa kendaraan ke bengkel, sehingga teknisi dapat melakukan pemeriksaan sebelum mesin kembali dihidupkan.

BACA JUGA:  Kapal Tanker Terlihat Sandar di Makassar, Pertamina Perkuat Pasokan BBM

Saat memberikan keterangan kepada teknisi, jelaskan perkiraan ketinggian air, lamanya kendaraan terendam, kondisi mesin ketika kejadian, serta kemungkinan air masuk ke kabin.

Informasi tersebut membantu menentukan lingkup pemeriksaan, termasuk kondisi saluran udara, mesin, sistem kelistrikan, cairan pelumas, transmisi, dan rem sesuai tingkat paparan.

Penanganan mobil hybrid atau listrik membutuhkan perhatian khusus karena bagian sistem tegangan tingginya dapat menimbulkan risiko keselamatan apabila terdampak air.

Risiko pada kendaraan yang hanya melintasi genangan dangkal berbeda dari mobil yang terendam hingga air mencapai saluran udara atau komponen penting lainnya.

Meski air belum mencapai ruang bakar, cipratan ketika kendaraan bergerak tetap dapat mengenai bagian tertentu yang letaknya lebih tinggi daripada permukaan genangan.

Perubahan kondisi setelah perjalanan perlu diperhatikan, terutama ketika mesin mendadak mati, indikator peringatan menyala, kelistrikan terganggu, atau respons pengereman terasa berbeda.

Gejala tersebut menjadi alasan untuk menghentikan perjalanan di tempat aman dan meminta pemeriksaan, bukan mencoba memastikan penyebabnya dengan terus mengoperasikan kendaraan.

BACA JUGA:  Diduga Mabuk, Lansia di Makassar Nyaris Bakar Rumah saat Warga Panik

Bodi yang tampak bersih dan mesin yang sempat menyala juga belum menjamin seluruh komponen bebas dari dampak paparan air.

Pemeriksaan profesional diperlukan untuk menentukan bagian yang perlu dibersihkan, dikeringkan, diperbaiki, atau diganti berdasarkan kondisi kendaraan yang sebenarnya.

Ketika kedalaman atau arus genangan tidak dapat dipastikan, menghindari jalur tersebut merupakan pilihan yang lebih bijak daripada memaksakan mobil melintas.

Setelah kendaraan terendam atau mesinnya mati akibat terkena air, pastikan pemeriksaan dilakukan sebelum mobil kembali digunakan untuk mencegah kerusakan yang berpotensi lebih serius.

SulawesiPos.com – Genangan di sejumlah ruas jalan Kota Makassar dapat mengganggu perjalanan dan membuat kendaraan terpapar air hingga ke bagian pentingnya. Ketika mobil terendam atau mesin mati setelah melewati genangan, keputusan untuk menyalakannya kembali perlu dipertimbangkan agar kerusakan tidak semakin parah.

Jalan AP Pettarani, Jalan Pendidikan, Jalan Mapala, hingga kawasan Paccerakkang termasuk lokasi yang pernah dilaporkan mengalami genangan dan gangguan lalu lintas.

Di sejumlah titik pada enam kecamatan Makassar, ketinggian air bahkan pernah dilaporkan mencapai rata-rata sekitar 50 sentimeter, meskipun kondisi setiap lokasi berbeda.

Mengapa Mesin Tidak Boleh Langsung Dinyalakan?

Salah satu risiko terbesar setelah kendaraan terendam adalah masuknya air melalui saluran udara hingga mencapai ruang bakar mesin.

Dalam kondisi normal, piston bergerak untuk memampatkan campuran udara dan bahan bakar, tetapi air dalam jumlah cukup besar dapat menghambat gerakannya karena sulit dimampatkan.

Gangguan tersebut dikenal sebagai hydrolock atau water hammer dan berpotensi merusak komponen internal mesin apabila pengemudi memaksakan mesin bekerja.

BACA JUGA:  Siapa Hasrul Hasan? Jejak Ketua KPI Pusat Baru yang Dulu Malang Melintang Jadi Wartawan di Makassar

Itulah sebabnya, mesin yang mati ketika mobil melewati genangan tidak boleh langsung dinyalakan kembali, terutama jika terdapat dugaan air telah masuk melalui saluran udara.

Dampak paparan air juga dapat menjangkau bagian lain, mulai dari sistem kelistrikan dan konektor elektronik hingga transmisi serta komponen pendukung kendaraan.

Meski begitu, terkena air tidak selalu berarti seluruh komponen mengalami kerusakan karena tingkat risikonya ditentukan oleh kedalaman air, durasi paparan, dan posisi bagian yang terdampak.

Langkah Setelah Mobil Terendam Genangan

Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas ketika kendaraan terjebak banjir, terlebih apabila air terus naik atau arusnya mulai membahayakan.

Begitu mesin mati setelah terkena air, hindari mencoba starter ulang meskipun bodi kendaraan masih terlihat normal atau sebelumnya mobil sempat bergerak.

Menguji apakah mesin masih bisa hidup justru berisiko memperparah kerusakan apabila air sudah mencapai ruang bakar atau bagian penting lainnya.

Langkah selanjutnya adalah meminta bantuan derek untuk membawa kendaraan ke bengkel, sehingga teknisi dapat melakukan pemeriksaan sebelum mesin kembali dihidupkan.

BACA JUGA:  Diduga Mabuk, Lansia di Makassar Nyaris Bakar Rumah saat Warga Panik

Saat memberikan keterangan kepada teknisi, jelaskan perkiraan ketinggian air, lamanya kendaraan terendam, kondisi mesin ketika kejadian, serta kemungkinan air masuk ke kabin.

Informasi tersebut membantu menentukan lingkup pemeriksaan, termasuk kondisi saluran udara, mesin, sistem kelistrikan, cairan pelumas, transmisi, dan rem sesuai tingkat paparan.

Penanganan mobil hybrid atau listrik membutuhkan perhatian khusus karena bagian sistem tegangan tingginya dapat menimbulkan risiko keselamatan apabila terdampak air.

Risiko pada kendaraan yang hanya melintasi genangan dangkal berbeda dari mobil yang terendam hingga air mencapai saluran udara atau komponen penting lainnya.

Meski air belum mencapai ruang bakar, cipratan ketika kendaraan bergerak tetap dapat mengenai bagian tertentu yang letaknya lebih tinggi daripada permukaan genangan.

Perubahan kondisi setelah perjalanan perlu diperhatikan, terutama ketika mesin mendadak mati, indikator peringatan menyala, kelistrikan terganggu, atau respons pengereman terasa berbeda.

Gejala tersebut menjadi alasan untuk menghentikan perjalanan di tempat aman dan meminta pemeriksaan, bukan mencoba memastikan penyebabnya dengan terus mengoperasikan kendaraan.

BACA JUGA:  Kapal Tanker Terlihat Sandar di Makassar, Pertamina Perkuat Pasokan BBM

Bodi yang tampak bersih dan mesin yang sempat menyala juga belum menjamin seluruh komponen bebas dari dampak paparan air.

Pemeriksaan profesional diperlukan untuk menentukan bagian yang perlu dibersihkan, dikeringkan, diperbaiki, atau diganti berdasarkan kondisi kendaraan yang sebenarnya.

Ketika kedalaman atau arus genangan tidak dapat dipastikan, menghindari jalur tersebut merupakan pilihan yang lebih bijak daripada memaksakan mobil melintas.

Setelah kendaraan terendam atau mesinnya mati akibat terkena air, pastikan pemeriksaan dilakukan sebelum mobil kembali digunakan untuk mencegah kerusakan yang berpotensi lebih serius.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru