SulawesiPos.com – Aktivitas pertambangan batu kapur, marmer, dan industri semen di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) membuat truk niaga berat menjadi tulang punggung pengangkutan material dari area tambang menuju unit pengolahan, didukung sejumlah kendaraan operasional lain di lapangan.
Jaringan jalan negara yang merupakan bagian dari arteri Trans-Sulawesi sepanjang 41,20 kilometer di Pangkep menggunakan perkerasan aspal beton dan dilintasi kendaraan berat setiap harinya.
Karakter aktivitas pengangkutan material tersebut membuat sejumlah spesifikasi kendaraan seperti torsi mesin, kapasitas angkut, ground clearance, hingga jenis transmisi layak diperhatikan.
Torsi mesin menjadi salah satu aspek yang relevan karena menentukan kemampuan kendaraan menarik atau mendorong muatan berat material tambang seperti batu kapur dan marmer.
Hino Ranger FM 260 JD sebagai truk tronton roda 10 memiliki mesin diesel berkapasitas 7.684 cc dengan torsi mencapai 745 Nm pada putaran 1.500 rpm, serta kapasitas bak dump sekitar 24 meter kubik sesuai karoseri.
Truk ini menggunakan transmisi manual 9 percepatan serta radius putar minimal 8,5 meter, dengan konfigurasi 10 ban ditambah satu ban cadangan.
Di kelas truk sedang roda 6, Isuzu Elf NMR 71 memiliki mesin diesel Common Rail dengan torsi 402 Nm pada putaran 1.400 hingga 2.600 rpm dan ground clearance 220 milimeter.
Truk ini menggunakan transmisi manual 6 percepatan dengan rasio gigi pertama yang mendukung pengendalian kendaraan saat membawa muatan.
Kendaraan Operasional Pendukung di Area Tambang
Selain truk niaga berat, kendaraan pick-up double cabin turut relevan sebagai kendaraan operasional pendukung, misalnya untuk mobilitas personel maupun distribusi ringan di area tambang.
Toyota Hilux Double Cabin 2.8 4×4 dibekali mesin diesel 2.8 liter turbo intercooler dengan torsi 500 Nm, serta ground clearance sekitar 310 hingga 312 milimeter.
Kendaraan ini menggunakan transmisi otomatis 6 percepatan dengan kapasitas tangki bahan bakar mencapai 80 liter.
Sementara itu, Mitsubishi Triton Ultimate 4×4 memiliki mesin diesel 2.4 liter turbo MIVEC dengan tenaga 181 PS dan torsi 430 Nm, serta ground clearance 222 milimeter.
Perbedaan torsi dan ground clearance tersebut memberikan karakter berbeda pada masing-masing pick-up untuk kebutuhan operasional di lapangan.
Untuk kebutuhan distribusi skala kecil atau operasional harian, Isuzu Traga hadir sebagai pick-up niaga ringan dengan payload sekitar 1,5 ton dan mesin diesel Common Rail bertorsi 191 Nm.
Ground clearance Isuzu Traga tercatat 200 milimeter dengan transmisi manual 5 percepatan, menjadikannya kelas kendaraan niaga ringan yang berbeda dari truk-truk niaga berat yang menjadi tulang punggung pengangkutan material tambang di Pangkep.
Dengan mempertimbangkan torsi, kapasitas angkut, ground clearance, dan jenis transmisi tersebut, pelaku usaha di sektor tambang dan industri Pangkep dapat menyesuaikan pilihan kendaraan dengan jenis muatan dan medan operasional yang dihadapi.

